LIMA

1338 Kata
Dua hari lagi peresmian dan pembukaan butik baru Gadis ia begitu bersemangat menata dan merapikan koleksi baju – baju yang akan ia pajang. Gadis selama ini sekolah fashion di Paris, ia ambil jurusan designer karena ketertarikannya akan fashion. Gadis beristirahat menuju ruang kerjanya. Tiba – tiba di sela – sela istirahat pintu ruangan Gadis terbuka dan muncullah kedua sahabat Gadis yaitu Citra dan Syina “Capek banget ya bu?” Tanya Citra sambal duduk di sofa yang ada diruangan itu “Engga juga sih Cit kan dibantu anak – anak. Kalian udah pada makan belum aku mau pesen makan ini?” “Belum Dis, pesenin aku sama Citra makan juga deh” Pinta Syina sambal focus ke hpnya “Jadinya gimana Dis, kakak aku udah kamu kasih undangan apa belum” kepo Syina “Mmmmm belum Na, aku dari kemarin – kemarin sibuk terus jadinya belum sempat hubungin kakak kamu” “Wowww udah tukaran nomor hp nih” goda Citra “iya kak Arkan yang ngasih” Flashback Saat mengantar Gadis pulang waktu Syina ketiduran dimobil, Gadis bertanya kepada Arkan apakah ia bisa datang ke acara peresmian butik dan Arkan menjawab akan melihat jadwal nanti. Setelah sampai depan rumah Gadis Arkan ikut turun “Syinanya engga usah dibangunkan kak,kasihan dia capek” “Baiklah” ia ikut Gadis turun “Terima kasih ya kak, dan sampaikan salamku buat om,tante dan kak Syila juga” ucapan Gadis diiyakan oleh Arkan, lalu Arkan pamit pulang kepada Gadis. Arkan tidak mampir ke dalam karena ia membawa Syina, ia kasihan kepada adiknya bila terlalu lama tidur di mobil “Oke, kalau gitu aku balik dulu salam buat om dan tante” dan diangguki oleh Gadis. Arkan berbalik menuju mobil tapi kemudian ia berhenti dan balik kearah Gadis lagi. “Dis….” Sambal memberi tangannya kedepan Gadis. Karena Gadis engga tahu apa yang dimaksud Arkan akhirnya ia menjabat tangan Arkan. “Maksud aku mana hpmu Dis” jawab Arkan, kemudian Gadis buru – buru melepaskan tangan Arkan dan memberikan hpnya kepada Arkan dan Arkan mengetikkan sesuatu “Ini nomor aku, kamu bisa hubungi aku lewat hp buat ngasih undangan butik” jelas Arkan lalu ia mulai masuk mobil dan menjalankan mobil menuju rumah. Gadis sampai tidak sadar bahwa Arkan telah pergi dari depan rumahnya, ia baru menyadari ketika klakson mobil Arkan berbunyi saat melewati gerbang pos satpam “Gadis kamu dapet nomor kak Arkan, aaaaaaaaaaa mama Gadis senangggggg” jerit Gadis ia juga yakin bahwa mala mini ia akan tidur dengan nyenyak. Flashback End - Citra dan Syina menjerit mendengar cerita dari Gadis “Beneran Dis kakak aku ngasih nomornya ke kamu dulu?” Tanya Syina karena masih tak percaya “Yaiya itu Syin, masa Gadis ngarang cerita sih bisa malu dia sama kamu kalau ngarang cerita” omel Citra “Aku aja juga kaget Syin kak Arkan ngasih nomornya ke aku, tapi aku belum hubungi kak Arkan karena sungkan” cicit Gadis “Ahhhh engga usah hubungin kakak, mending kamu langsung kasih ke kantor aja pasti kakak ada di kantor dan kamu bisa ngobrol lebih lama dan kalau kamu chat kakak aku belum tentu hari ini juga dibalas Dis” perintah Syina dan disetujui oleh Citra Akhirnya Gadis mempertimbangkan usul Syina, Syina benar mending ia langsung memberikan kartu undangan langsung ke Arkan daripada lewat hp “Baiklah nanti aku ke kantor kak Arkan, anterin ya Syin soalnya aku engga bawa mobil” permintaan Gadis tentu langsung diangguki Syina dengan antusias. - Setelah makan siang akhirnya Gadis diantarkan oleh Syina ke kantor Wijaya Corp. Sampai depan resepsionis Gadis bertanya kepada sang resepsionis. “Selamat siang mbak, say mau bertemu dengan pak Arkan apakah bisa?’ tanya Gadis dengan sopan “Selamat siang ibu, apakah ibu sudah membuat janji dengan pak Arkan bu?” balas sang resepsionis dengan sopan “Belum mbak saya kesini mau memberi undangan kepada pak Arkan’’ “Baiklah kalau begitu, saya akan menghubungi sekretaris pak Arkan. Boleh tahu dengan siapa ibu?’’ “Katakan saya Gadis ingin bertemu” dan diangguki oleh sang resepsionis, sambal menunggu resepsionis menghubungi Joni ia melihat – lihat design kantor Wijaya Corp yang bagus dan rapi. “Ibu anda dipersilahkan menemui pak Arkan, ruangannya berada di lantai 15 bu. Apakah perlu diantar bu?’’ tawar resepsionis kepada Gadis “Tidak perlu mbak, terima kasih ya” Gadis lalu beranjak menuju lift untuk sampai ke ruangan Arkan Setelah sampai di lantai 15 ia disambut oleh Joni, sebelemunya Joni tahu akan kedatangan tamu ia diberitahu oleh Arkan “Selamat siang pak, saya Gadis ingin bertemu dengan pak Arkan” jelas Gadis “Selamat siang, perkenalkan nama saya Joni selaku sekretaris pak Arkan. Jangan panggil pak saya rasa saya masih muda saya seumuran dengan pak Arkan” “Baiklah kak, perkenalkan saya Gadis dan jangan panggil ibu juga saya belum menikah” canda Gadis dan ia dipersilahkan untuk masuk keruangan Arkan “Selamat siang kak, sepertinya kedatanganku bukan diwaktu yang tepat” karena Gadis melihat Arkan begitu serius membaca dokumen “Duduk Dis, bentar aku selesaikan dokumen ini” perintah Arkan dan dilaksanakan oleh Gadis Sebelum menutup pintu ruangan Joni mendengarkan Gadis memanggil Arkan dengan sebutan kak, berarti Gadis cukup dekat dengan Arkan. Setelah beberapa menit Arkan membaca dokumen akhirnya selesai juga, ia mendekati Gadis yang saat ini sedang duduk di sofa “Maaf ya aku baca dokumen sebentar. Mau minum apa Dis?” “Engga usah kak, tadi aku habs makan siang dengan Syina juga” “Oke kalau gitu. Ada apa Dis sampai datang ek kantor?’' Gadis mengeluarkan undangan Butik dan diserahkan kepada Arkan “Aku mau memberi undangan ini secara langsung kepada kakak, aku juga berharap kakak ada waktu luang agar bisa datang kea car peresmian butik” jelas Gadis “Baiklah 2 hari lagi jadwalku tidak padat, jadi aku bisa datang” Setelah itu Arkan dan Gadis mengobrol tentang beberapa hal, sampai pintu ruangan Arkan terbuka. Pelakunya adalah teman – teman Arkan yang Arkan anggap berisik dan rese, tapi mereka juga yang selalu ada ketika Arkan merasa sedih dan terpuruk “Eitsss ada adek gue nih disini, lagi apa dek apel ya?’' Tanya Azka sambal meledek adeknya “Aku kesini ngasih undangan ke kak Arkan kak” Gadis menjawab dengan malu karena teman Arkan dan kakaknya melihatnya “Dis kenalin ini namnya Randi, Adit dan ini Joni sekretaris sekaligus sahabat aku” jelas Arkan memperkenalkan sahabatnya ke Gadis dan dibalas dengan senyuman “Perkenalkan saya Gadis kak, adik kak Azka” “Woy Az punya adik cakep begini diumpetin mulu” “Iyalah diumpetin, takut kali Azka kalau adiknya ketemu lo dit. Takut lo ajak main dit” timpal Randi “Enak aja lo Ran, Gadis jangan dengerin omongan Randi ya bohong dia” Adit mengajak Gadis berbicara dan diangguki Gadis “Lo pada ngapain sih kesini tumben” TanJoni oni “Mainlah” Jawab Azka, Randi dan Adit serempak “Lo kira tempat gue restoran” timpal Arkan sekenanya “Tadi sama siapa dek kesini? kakak lihat tadi pagi kamu diantar pak Agus” “Aku diantar Syina kak keisni, sekarang Syina lagi meeting sama klien” “Mau pulang sama kakak atau minta jemput pak Agus” “Sama kakak aja, pak Agus lagi nganter mama arisan kak” Tiba – tiba Randi masuk ke obrolan adik kakak tersebut. “Atau mau abang anterin dek Gadis?” Azka dan Joni langsung melemparkan kentang yang sedang mereka makan dan mngejek Randi “MODUSSSS” “YA ENGGA PAPA KALI WOY, LAGI USAHA MAU CARI MANTU BUAT MAMAH” jawab Randi dengan ngegas Arkan daritadi melihat kearah Gadis, ia mengamati gerak gerik Gadis. Gadis memiliki paras ayu dan senyum manis yang dapat melelehkan hati yang melihatnya. Arkan mulai tertarik dengan Gadis tapi ia teringat akan istrinya yang meninggal, apakah ia akan membuka hatinya untuk Gadis ataukah hatinya hanya dimiliki sang istri, Arkan tidak tahu tapi yang pasti Arkan akan saat ini tetap bersikap biasa saja kepad Gadis sampai ia tahu dengan hatinya. Jika memang hati Arkan untuk Gadis maka ia akan menjadikan Gadis wanitanya secepatnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN