EMPAT

1146 Kata
Setelah 4 hari acara makan malam antara keluarga Gadis dan kleuarga Arkan, mereka tidak pernah bertemu ataupun berpapasan di jalan. Tetapi Arsyina sering bertemu dengan Gadis untuk membahas desain interior butik barunya. “Makasih ya Syina udah bantuin aku” “Alah kaya sama siapa aja sih kamu Dis, aku kan calon adik ipar yang baik makanya aku bantu dengan senang hati. Btw sama sama Gadis” ledek Arsyina “Apaan sih Syin kok gitu bicaranya, engga enak kalau didengar yang lain nati dikira beneran aku sama kak Arkan ada hubungan” “Masih malu – malu kucing kamu Dis kaya sama siap aja. Aku tahu kamu tertarik sama kakak aku kan, dari awal ketemu aja kalian udah terpesona satu sama lain” pernyataan Syina dibenarkan Gadis dalam hatinya “Asal kamu tahu ya Dis kak Arkan sebenarnya orang yang ramah dan hangat dia juga murah senyum” “Mana ada sih syin, kemarin datar banget mukanya engga senyum tuh” Arsyina menghela nafas “Dia menjadi dingin sejak kak sari istrinya meninggal Dis, ia merasa bersalah dan kehilangan atas meninggalnya kak Sari. Aku harap setelah ini kak Arkan dapat tersenyum lagi dengan kehadiran kamu. Cuma kamu yang ditatap kakak selama itu setelah meninggalnya kak Sari” Setelah mendengar pernyataan Syina tentu Gadis merenung dan berpikir apakah benar yang dikatakan Syina tentang kakaknya, haruskah ia senang mendengar penuturan dari Arsyina. “Dis kalu kamu mau aku bisa bantu kamu dekat dengan kak Arkan” ujar Syina “Syin aku rasa biarkan semua berjalan normal, aku ingin semua berjalan natural antara kami. Apabila kita berjodoh pasti ada jalan buat kami” jawaban bijak dari Gadis dapat diterima Syina “Tapi kalau kamu suatu saat perlu bantuan aku bilang ya Dis” tawaran Syina tetap berlaku. Gadis mendengar itu mengangguk dan tersenyum, Ia bersyukur memiliki sahabat seperti Syina dan Citra. “Citra sampe mana sih Dis lama banget datangnya?” Tanya Syina kepada Gadis “Tunggu bentar lagi kali ya Na, kalau dia terlalu lama kita pergi aja dulu biar Citra nanti nyusul kita” ucapan Gadis diangguki oleh Syina. - Kantor Wijaya Corp “Ar pak Sanjaya hubungin aku, beliau mau mengajak makan malam lo nih” “Lo aja yang gantiin gue Jon, gue lagi engga mau makan malam diluar” titah Arkan “Ar kok jadi gue sih lo aja siapa tahu ketemu sama putrinya pak Sanjaya yang dari laur negeri siapa tahu cocok jadi calon istri” goda Joni “Lo pilih dating ketemu pak Sanjaya gantiin gue atau gaji lo aku potong selama 2 bulan?” ancam Arkan kepada Joni. “Woyyyyy apaan sih main motong gaji aja, iya iya gue gantiin lo tapi kasih bonuslah gaji bulan ini” jawaban joni hanya dibalas deheman oleh Arkan. “Mau kemana sih kok lo engga mau datang?” “Mau jemput Syina nanti, dia main sama temen – temennya” Arkan belum tahu bahwa Syina pergi dengan Gadis. “Ikut dong Ar siapa tahu ketemu sama jodoh, cakep cakep engga temennya adek lo” pertanyaan dari Joni lalu menyadarkan Arkan akan sosok Gadis, “Ada yang cakep” jawab sekenanya Arkan. - Hari sudah menunjukkan malam saatnya Syina pulang, tapi ia dan Gadis tidak membawa mobil. Syina dan Gadis menunggu jemputan masing – masing. Karena terlalu lama datang, akhirnya Syina menelpon Arkan “Halo kak, dimana sih kok belum sampai – sampai” “Bentar lagi sampai, sabar” Jawab Arkan dengan malas. “Yaudah buru” Syina mengakhiri panggilan tersebut. Beberapa menit setelahnya mobil Arkan terlihat dan parkir depan Butik Gadis. Arkan turun dan menghampiri adiknya. Arkan lalu mengajak adiknya pulang, tapi di tolak Syina. “Dis kamu gimana, pak Agus sudah sampai mana?” “Aku juga engga tahu Na, pak Agus belum angkat panggilanku. Kamu kalau mau pulang duluan engga papa aku bisa nunggu bentar lagi”. “Engga deh aku temenin nungguin juga ya. Kak nunggu pak Agus bentar ya” Pinta Syina dibalas anggukan Arkan. Gadis melihat interaksi antara Syina dan Arkan, karena merasa di perhatikan lalu Arkan melihat kearah Gadis. Gadis tentu kaget karena ketahuan memandangi Arkan, lalu Gadis memalingkan muka karena malu ketahuan Arkan. Sekarang giliran Arkan yang melihat interaksi Gadis dengan adiknya. Tiba – tiba dering ponsel Gadis berbunyi. “Bentar ya, aku jawab panggilan pak Agus” izin Gadis kepada Arkan dan Syina. Setelah mengangkat telpon pak Agus akhirnya Gadis bicara kepada Syina “Kalian duluan aja engga papa, aku bisa pesan taksi online. Pak Agus lagi di bengkel" Baru saja Syina membuka mulut ingin menjawab, Arkan terlebih dahulu menjawab “Ayo naik, aku antarkan pulang” Ajak Arkan. Mendengar ajakan Arkan untuk sahabatnya, tentu Syina senang bukan main lalu ia menarik Gadis kearah mobil dan membukakan pintu depan mobil. “Loh Na kok aku di depan, engga kamu aja?” “Temani kakak ngobrol ya Dis, aku mau tidur ngantuk soalnya” alasan Syina saja dia mau tidur padahal itu rencana dia agar kakaknya dan sahabatnya tidak canggung. Lalu Syina memposisikan diri tidur dan beberapa menit kemudian Syina tertidur. Arkan tahu tentang rencana adiknya itu, tapi ia memilih diam saja. Suasana didalam mobil hening dan canggung. Karena tidak than dengan suasana seperti itu akhirnya Gadis memulai pembicaraan terlebih dahulu. “Terima kasih ya kak sudah diantarkan, maaf jika kakak harus pulang terlambat” “Bukan apa – apa, aku juga engga mungkin meninggalkan kamu sendiri disana” “Iya kak” akhirnya suasana canggung kembali lagi “Bagaimana kabarmu Gadis?” Arkan bertanya tapi tatapan tetap kearah depan “Mmmmm aku baik kak, kakak bagaimana?” “Aku juga baik, aku dengar dari Azka kamu mau buka butik kapan?” “Sekitar 1 mingguan lagi kak,mmmmm apa kakak bisa datang kalau aku undang?” Tanya Gadis takut – takut karena ini baru pertama kali ia dan Arkan berbicara lama “Lihat nanti jadwalku longgar atau tidak, kamu bisa antar undangannya ke kantor ataupun rumah, lewat Syina pun juga engga papa” “Iya kak, terima kasih ya” Walau mereka berdua sudah mulai mengobrol tetapi suasana canggung tetap terasa setelah mereka mengakhiri obrolan. Tak terasa mobil Arkan sudah sampai depan rumah Gadis, Arkan ingin membangunkan Syina tapi dilarang oleh Gadis “Syinanya engga usah dibangunkan kak,kasihan dia capek” “Baiklah” ia ikut Gadis turun “Terima kasih ya kak, dan sampaikan salamku buat om,tante dan kak Syila juga” ucapan Gadis diiyakan oleh Arkan, lalu Arkan pamit pulang kepada Gadis. Arkan tidak mampir ke dalam karena ia membawa Syina, ia kasihan kepada adiknya bila terlalu lama tidur di mobil. Sampai kamar Gadis bersih – bersih lalu tidurnya, ia juga mengingat – ingat obrolannya dengan Arkan. Walaupun Arkan masih irit bicara tapi ia bersyukur Arkan meresponnya tiap obrolan mereka. Malam ini Gadis merasa akan mimpi indah karena bisa berdekatan dengan Arkan. Ya Gadis memang punya perasaan kepada Arkan sejak pertama kali bertemu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN