TIGA

1022 Kata
Dikediaman Gadis “Gimana dek Arkannya ganteng engga?” Tanya sang mama Gadis melihat mamanya sebentar lalu melanjutkan makannya “ganteng mah tapi dingin kek kulkas” Mama tertawa mendengar jawaban Gadis, ia kemudian menjawab “Dulu dia engga dingin kek gitu tahu dek, setelah istrinya meninggal dia baru dingin” Gadis mencerna ucapan mamanya, ternyata benar ia duda. Ia tak masalah apabila berjodoh sama duda apalagi dudanya seperti Arkan. Gadis lalu tersadar dan menggelengkan kepala. Papanya yang melihat Gadis menggeleng lalu bertanya “Kenapa itu kepala, lagi mikirin Arkan ya?” tebak papanya “Apaan sih pah engga kok, aku lagi mikirin siapa aja yang di undang ke acara pembukaan butik pah” elak Gadis Azka tiba di meja makan ia duduk disamping Gadis “Pagi semuanya Azka yang tampan back to home, gimana kemarin acara makan malamnya?berjalan lancar?” Tanya Azka kepada ketiga orang tersebut “Lancar kak” jawab Arga dan Sinta secara bersamaan “Gimana dek Arkannya ganteng? Kakak lihat – lihat dia tipe kamu banget sih dek. Mau dijodohin sama Arkan?” Tanya Azka Gadis yang lagi minum tentu kaget dan tersedak mendengar pertanyaan dari kakaknya “Ihhhhh apaan sih kakak sukanya goda adek terus. Mah pah lihat kakak tu jail ke adek” adu Gadis kepada kedua orangtuanya “Kalau mau papah bisa dek bilang ke om Arka buat jodohin kalian” imbuh Arga “Papah kok ikut – ikut ledekin adek sih, gak like ya pah” gerutu Gadis. Sinta yang sudah kasihan melihat anak perempuannya cemberut lalu melerai perdebatan ini. “Sudah ayo lanjutin makan, papah sama kakak harus segera ke kantor. Kamu juga harus lihat butikmu sudah sampai mana pengerjaannya kan dek” - Café Pelangi Saat ini Gadis sedang berada di café pelangi, ia memliki janji makan siang dengan Citra sahabatnya. Citra merupakan sahabatnya selain Arsyina. Citra bekerja sebagai arsitektur, ia yang mendesign bangunan butik Gadis saat ini. “Hai Dis sorry ya telat, tadi ketemu ayang dulu” Citra datang dan cipika cipiki ala perempuan dengan Gadis “Santai aja Cit ini minumnya juga baru datang pesen gih” lalu Citra memesan minuman dan makanan. “Cit kira – kira butik kapan jadinya nih? Aku bingung mau undang siapa aja?” cerita Gadis “Sekitar 2 mingguan lagi Dis sabar, coba pikir – pikir lagi kira – kira siapa yang berpengaruh kalau harus mengundang dia” jawab Citra, lalu Gadis teringat tentang makan malam kemarin dimana ia bertemu Arkan. “Cit menurutmu aku harus undang kak Arkan tidak?” “Arkan? Arkan siapa?” Tanya Citra bingung “Arkan kakanya Arsyina Cit. Kemarin aku habis makan malam sama keluarganya” “Weits ada apa nih udah makan malam keluarga ajaa” selidik Citra “Om Arka ngundang papa makan aja, mereka kan sahabatan waktu muda dan lama juga engga ketemu”. Bukannya menjawab pertanyaan Gadis, Citra malah balik bertanya tentang Arkan “Gimana dis Arkan ganteng engga? Dia kan duda Dis pasti hot” “Apaan sih Cit hot hot gimana maksdunya? Arkan ganteng Cit difoto sama aslinya lebih ganteng aslinya” “Ya hot tampilannya maksudku Dis, Arkan ma tipemu banget Dis, jangan – jangan kalian jodoh. Engga tahu deh kalau kamu berjodoh sama Arkan pasti kalau punya anak dah ganteng dan cantic pol” jawab Citra dengan semangat Dalam hati Gadis mengamini perkataan Citra, tapi yang terucap malah “Apaan sih Cit ngaco deh kamu” Setelah membahas tentang Arkan kini keduanya bercerita tentang keseharian mereka, mereka bercerita sampai tidak sadar bahwa hari mulai sore dan langit berubah menjadi orange. Setelah dirasa cukup mengobrol akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat. - Rumah Gadis "Hei kak lagi apa kelihatannya sibuk bener?" tanya Gadis "Dek lihat deh, coba cariin cincin yang bagus yang mana" pinta Azka "Cincin buat kak Wenda?" "Iya Wenda 2 minggu lagi ulang tahun, aku mau kasih hadiah cincin tapi custom dulu" "Ini kak bagus, simple tapi elegan pasti cocok buat kak Wenda" "Hmmm boleh juga, yaudah deh mana mau pesen aku" Akhirnya Azka pesan Cincin khusus untuk Wenda lewat ponsel "Kamu gimana sama Arkan, kakak lihat kamu tertarik sama Arkan" "Jujur aja kak selama ini aku sudah tahu kak Arkan lewat Syina, sewaktu kuliah di Paris ia sering memperlihatkan kak Arkan kepadaku. Aku sebagai wanita suka sama kak Arkan untuk pertama kali lihat walau hanya lewat ponsel tapi setelah Syina bilang bahwa kakanya sudah menikah aku mencoba menghilangkan rasa sukaku pada kak Arkan tapi sulit kak" jelas Gadis "Setelah itu 1 tahun kemudian Syina bercerita kepadaku bahwa istri kak Arkan meninggal, disitu aku merasa sedih sekaligus senang. Aku selalu berfikir apakah aku dapat menggantikan posisi istrinya dihati kak Arkan. Setelah kemarin bertemu tentu aku tidak banyak berharap kak, kak Arkan terlihat dingin dan tak tersentuh tetapi aku makin suka padanya kak. Aku harus bagaimana kak?" tamya Gadis pada Azka Azka tentu terkejut mendengar cerita adiknya, ia tak pernah menyangkan bahwa adiknya telah memiliki perasaan kepada Arkan sudah sejak lama. Akhirnya Azka memeluk Gadis sebagai tanda penenang "Kamu tahu Dis kakak sangat terkejut mendengar ceritamu, kakak kira kamu tertarik dengan Arkan setelah makan malam kemarin ternyata jauh sebelum itu kamu telah menaruh hati kepadanya" "Kakak tidak bisa menyuruhmu berhenti menyukai Arkan bukan?" dan diangguki oleh Gadis "Maka dari itu kakak hanya bisa bilang kepadamu bila kamu suka Arkan tak apa, tapi kamu juga tidak boleh menyakiti hatimu. Kakak tahu Arkan selama ini terpukul atas meninggalnya istrinya ia menjadi pendiam dan dingin seperti tak tersentuh, tapi Arkan sejatinya merupakan orang yang ramah, murah senyum serta baik Dis dan kamu tahu apa yang dapat mengembalikan Arkan seperti yang dulu? yaitu cinta Dis. Maka dari itu kamu harus berjuang sebentar saja buat meluluhkan hati Arkan apabila sampai waktunya kamu lelah dan tak dapat meluluhkan hati Arkan maka menyerahlah Sayang, kakak engga mau kamu terluka lebih dalam" jelas Azka dan diangguki oleh gadis "Sepertinya sudah malam saatnya kita istirahat Dis, kakak besuk ada rapat dan kamu harus ke butik kan buat lihat progresnya sampai mana" "Iya kak sepertinya cerita kita dilanjut besok lagi. Selamat malam kakakku sayang" "Selamat malam adikku sayang" Azka menjawab dambil mengacak - acak rambut Gadis
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN