Sejenak aku tertegun menyadari betapa dekatnya wajahku dengan Reymond. Pria itu bahkan sudah mencondongkan tubuhnya ke arahku. Kedua lengan besarnya memerangkapku. Aku terlalu terkejut hingga tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Bahkan sekedar untuk mendorong dadanya menjauh dariku pun tidak kulakan. Aku seperti dibius untuk diam saja tanpa melakukan apa-apa. Begitu pun ketika bibir itu menyentuh bibirku. Tubuhku membeku di tempat. Napasku seperti berhenti di d**a. Ini keterlaluan, pria b******n ini berni-beraninya mencium seorang wanita yang sudah bersuami. Biar bagaimana pun kondisi rumah tanggaku dengan Mas Adam. Aku tetaplah harus menjaga kehormatan sebagai seorang istri hingga pengadilan meresmikan perceraian kami. Aku tidak melupakan perbuatan pria ini padaku di malam pertam

