Membolak-balikkan badan, aku tak kuasa memejamkan mata. Resah yang kurasa tak kunjung mereda mengingat kalimat-kalimat Reymond yang diucapkannya dengan penuh kesungguhan. Ijinkan aku menjadi ayah untuknya. Aku merasa pening, wajah Reymond kabur dalam pandangan. Pria itu bergerak, duduk di sisiku dan mengguncang pelan tubuhku. Aku diam bergeming. “Kartika, kamu baik-baik saja?” Tidak, tentu saja aku tidak baik-baik saja setelah mendengar kalimatnya yang bermakna ganda. Ijinkan aku menjadi ayah untuknya. Apakah yang dimaksud adalah meminta ijin berbagi kasih sayang untuk Aby atau ia ingin menikahi ibunya dan secara resmi menyandang gelar ayah untuk anak itu? “Kartika.” Ia kembali memanggilku seraya mengguncang tubuhku. Aku mendengar nada cemas dalam suaranya. Mengerjapkan mata, kuhi

