27

1559 Kata

Memelas, aku merasa seperti kembali ke masa kanak-kanak ketika meminta pembelaan dari Kakek. Satu-satunya pria yang mampu menyelamatkanku dari Hadi Sanjaya. Namun, kali ini aku meminta diselamatkan dari Mama. Rasanya ingin sekali aku menggigit lidah hingga putus. Bagaimana bisa dengan santainya aku keceplosan mengakui sebuah rahasia besar yang mati-matian kusembunyikan. Tak mendapat jawaban untuk menjelaskan duduk permasalahanku dengan Reymond, Mama meninggalkanku dengan tatapan dilumuri kekecewaan yang mendalam. Sebenarnya aku diam karena tidak ingin menyakiti perasaan Mama, aku tidak ingin membongkar kelakuan suaminya. Sekarang, kutatap Kakek meminta bantuan. “Apa yang terjadi?” tanyanya seraya menggerakkan kursi rodanya mendekat. Aku menelungkupkan ke dua tangan ke wajah. “Aku kec

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN