BEBERAPA JAM SEBELUM TIDUR BERSAMA! Mega mengentakkan kakinya kesal lantaran Jeza berjalan lebih cepat dan meninggalkan dirinya bersama dengan beban berat yang ia bawa. Tas ransel Jeza dipunggung, tas selempang di bahu kiri, kamera di bahu kanan dan belum lagi laptop serta tas lainnya yang ia jinjing. Terlalu ribet apalagi mereka sedang memasuk sebuah pusat perbelanjaan terkemuka di Jakarta. Mega hampir saja membuang bawaannya kalau tidak mengingat betapa i. Membutuhkan pekerjaannya saat ini. Bosnya itu mulai gila! Itu pemikiran Mega. Bagaimana ia tidak menancapkan nama itu untuk Jeza? Lelaki dengan kepribadian yang sukar ditebak itu tiba-tiba mengatakan padanya jika mereka akan melakukan pemotretan di sebuah pusat perbelanjaan. Yang membuat mega kaget adalah, merek pakaian yang mengo

