Iqbal tertidur di sofa, Fara yang berada di tepi ranjang Jeza. Sedang Seira tertidur berbantal lengan dan kepala berada di sisi ranjang juga. Kinan bersandar di dinding sembari memainkan ponselnya. Namun, tiba-tiba saja Fara berteriak membuat Iqbal bergegas berdiri dan mendekat. “Iqbal, Jeza!” Teriakan Fara membuat heboh semuanya. Iqbal mendekat begitu juga dengan Kinan. Sedang Seira seperti linglung karena tiba-tiba saja teriakan menggema. “Ada apa, Tante?” Iqbal menganga saat melihat Jeza tersentak dan kemudian napas sahabatnya itu tersendat-sendat meskipun selang oksigen masih terpasang di hidungnya. “Panggil dokter, Bal!” perintah Fara ketakutan. “Jeza, mama mohon bertahan, Nak.” Iqbal berlari memanggil dokter yang menangani Jeza. Dan tidak lama kemudian Iqbal kembali bersama seo

