50. Tetap di sisiku√

1554 Kata

“Jeza,” cicit Seira pelan. Ia hendak bangun lagi dari posisinya, tetapi lelaki yang entah siapa itu kembali menyerang hingga Seira tak dapat berdiri sama sekali. Ia kembali di tendang oleh penjahat yang tidak punya perasaan itu. Lagi-lagi sasaran adalah perut. Melihat itu Jeza menggeram! Ia belum pulih, bahkan tersadar karena tak kuasa mendengar tangisan kesakitan istrinya. Keajaiban dari Tuhan, memang. Di saat rasa pusing menyerang, Jeza kembali mengangkat kursi dan memukulkan secara keras ke lelaki yang berusaha melukai istrinya. Namun, pukulannya meleset tepatnya si penjahat itu menghindar dengan gesit. “Jeza!” pekik Seira sembari memegang perutnya. “Seira,” cicit Jeza memegangi kepalanya yang semakin pusing. “Jika seperti ini, bosku akan bahagia. Aku akan menyingkirkan kalian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN