Mega menggerutui waktu dan sekitarnya sejak menginjakkan kaki ke Vila Bandung tempat mereka selama tiga hari di sana. Sebenarnya tidak masalah seberapa lama mereka di sana asalkan bosnya tidak uring-uringan layaknya bocah yang terpisah dari orangtuanya. Hampir puluhan kali bibir Jeza mengucapkan ‘aish’ seolah ada sebuah beban yang mendalam di hati padahal jika Mega pikir-pikir itu karena tidak sempat berpamitan sama Seira. Jika memang tidak ingin pisah dari sang istri kenapa gak nunggu istrinya bangun terus di bawa ke Bandung? Atau gak usah sekalian ambil kerjaan di luar kota. Menyebalkan! Namun, saat Mega tanya, biar ia bisa meyakini tentang perasaan yang ia rasakan pada Seira. Apakah sebuah rasa cinta atau hanya pelarian semata. Jika cinta maka akan terus terbayang dan tak mampu melaku

