Lolos, satu kata yang membuat mood Rei sangat buruk. Dia tidak tahan dan hampir berteriak di jalanan. Apalagi saat ia melihat gadis itu, tadi tersenyum senang. "Bagaimana kamu bisa hidup bahagia setelah menyiksa ku Naia!?" geram Rei. Gadis itu bisa tersenyum, itu artinya ia bahagia. Rei merasa itu tidak adil sebab ia sudah menghabiskan waktu tiga tahun seperti berada di neraka. "Aku pasti akan menghancurkan senyum itu!" Albert datang tergopoh-gopoh mendekat ke arah Rei. Kelelahan nampak di wajahnya yang terengah-engah. Andai saja di luar tidak turun salju mungkin saja Rei basah dengan keringat. " Pak Rei, apa yang terjadi? apa ada sesuatu yang salah?" tanya Albert. Dia tidak mengerti cerita di balik bosnya yang tadinya tenang di ruangan, tiba-tiba berlari menuruti tangga darurat lalu

