"Rei. Rei... " guman Naia. Dalam sekejap, gadis yang tertidur itu membuka mata dengan terbelalak. Dia menoleh ke sana kemari seolah mencari seseorang. Dia memang mencari kekasihnya, belahan hatinya yang meninggal karena kecelakaan. "Rei di mana kamu!?" panggil Naia. Naia yakin kalau ia kemarin memeluk Rei dengan erat. Ia masih merasakan kehangatan tubuhnya, ia juga merasakan aroma maskulin yang ia cium, tersisa di ruangan ini. Namun kenapa ia tidak ada di sisinya. Mimpi. " Rei..." Menyadari jika tidak ada Rei di manapun, membuat Naia mengasihani dirinya sendiri. Mimpi indah yang membuatnya menggila hari ini ternyata hanya ilusi semata. Mimpi yang sangat berharga dimana Rei datang untuk menghiburnya. Naia berpikir Rei pasti ingin membuatnya kuat karena terkurung dan di tempat asing yan

