Bagian yang indah dalam hidup Naia nampaknya sudah habis. Padahal baru kemarin dia menghabiskan hari-hari menyenangkan di tempat kerja bersama rekan-rekannya, juga tertawa bersama keluarganya. Naia tidak tahu apa yang salah sehingga ia semua itu menghilang seolah hanya mimpi belaka. Kehilangan pekerjaan memang memukul Naia walau tidak cukup besar untuk membuatnya tenggelam dalam depresi seperti dulu. Namun rasanya masih menyakitkan hingga membuatnya tidak ingin melakukan apapun selain duduk diam di sudut ruangan. "Apa salahku sampai dia melakukan ini?" guman Naia. Kenapa ada yang ingin menyakitinya padahal ia hanya ingin menjalankan tugas sebaik mungkin. Naia juga tidak berniat menyinggung siapapun. 'Jangan menyerah. Masalah hanyalah batu kerikil dalam kehidupanmu,' itulah yang diuca

