Bab.37 Awal Ketenangan Amanda

853 Kata

Malam itu berjalan lebih sunyi dari biasanya. Hujan turun pelan, membasahi kaca jendela apartemen Amanda, menciptakan irama lembut yang menenangkan. Amanda masih berada dalam pelukan Nalendra, namun pikirannya perlahan kembali menyusun dirinya sendiri. Detak jantungnya yang tadi berlari kini mulai melambat, seiring rasa aman yang menyelimutinya. Nalendra melepaskan pelukan sedikit demi sedikit, namun kedua tangannya tetap berada di bahu Amanda, seolah memastikan perempuan itu benar-benar baik-baik saja. Ia menunduk, menatap wajah Amanda dengan sorot mata penuh perhatian. “Kamu capek,” ucapnya pelan, lebih seperti pernyataan daripada pertanyaan. Amanda tersenyum kecil. “Capek yang… lega,” jawabnya jujur. Ia menarik napas panjang. “Aku nggak nyangka ternyata nutup satu bab hidup itu sesaki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN