Bab.35 Kebangkitan Darwis Group

1050 Kata

Pagi itu apartemen Amanda kembali dipenuhi ritme yang perlahan terasa familiar. Cahaya matahari menembus jendela besar ruang tamu, jatuh di atas sofa tempat Nalendra duduk dengan laptop terbuka di pangkuannya. Rambutnya masih sedikit berantakan, kaos putih kasual yang ia kenakan menggantikan setelan formal yang biasa melekat pada dirinya. Namun sorot matanya tetap sama, tajam, fokus, dan penuh kendali. Layar laptop menampilkan dua jendela sekaligus. Satu berisi laporan keuangan perusahaan barunya di Kalimantan, yang masih dalam tahap konsolidasi, satu lagi dashboard Darwis Group di Jakarta. Jam di pojok layar menunjukkan perbedaan waktu yang tak kecil, namun Nalendra sudah terbiasa hidup di antara dua dunia. Jari-jarinya bergerak cepat, membalas email, memberi catatan singkat pada tim, se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN