Bab.40 Pak Darwis Mulai Melunak

864 Kata

Percakapan itu tidak berakhir dengan air mata atau kegelisahan seperti yang dulu sering Amanda bayangkan setiap kali membicarakan masa depan. Justru ada keheningan hangat yang menyelimuti meja makan mereka. Lampu apartemen memantulkan cahaya lembut di wajah Nalendra, dan untuk pertama kalinya Amanda benar-benar merasa aman berada di titik ini, tanpa harus memilih antara cinta dan mimpi. Malam itu mereka tidak banyak bicara lagi. Nalendra membantu membereskan meja, mencuci piring sambil sesekali melirik Amanda yang duduk di sofa, memeluk bantal dengan senyum kecil yang tak kunjung pudar. Pemandangan sederhana itu terasa jauh lebih intim daripada ribuan janji besar yang pernah ia dengar sepanjang hidupnya. Beberapa hari setelahnya, kesibukan Amanda meningkat drastis. Proposal pembukaan kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN