Aku terbengong melihat hasil di kertas ujian Psikometri milik Rossa yang baru saja dibagikan oleh Pak Tomo, kemudian membandingkannya dengan kertas ujian milikku. Ya ampun, sejak kapan gadis itu belajar sejauh ini? Biasanya nilai kami akan bersisihan, kalau tidak C yang untung-untung C+. Tapi kali ini Rossa tidak tanggung-tanggung, dia mendapat nilai A sekaligus sedangkan aku tetap di nilai C. “Apa-apaan ini? Dapat kekuatan super dari mana kamu mendadak dapat nilai A di post test Psikometri?” pekikku dengan wajah tidak percaya sambil menatap Rossa yang cengar-cengir sambil menaik-turunkan alisnya. “Bulan depan kita mau ujian kenaikan semester, gue harus rajin belajar biar dapat IPK 4 dan lulus sebagai mahasiswa terbaik,” sahut Rossa seraya menganggukkan kepala mantap dan penuh tekad ke

