37 |BERSAMA SELAMANYA

1253 Kata

Sebelumnya aku sudah menelpon mama untuk izin pulang malam hari ini, sementara Mas Ser membawaku ke pelabuhan warisan zaman kolonial Belanda yang tak lain adalah Pelabuhan Sunda Kelaba. Pilihan tepat datang kemari yakni saat senja datang, pemandangan langit berwarna oranye di atas permukaan laut yang berkilau terkena pantulan cahaya. Beberapa kapal pinis yang sedang berlabuh terlihat dari kejauhan, memperindah pemandangan laut dengan baground langit senja. “Kenapa Mas Ser bawa aku ke sini?” tanyaku di tempat kami berdiri menghadap laut. Mas Ser memalingkan pandangannya. Dia tersenyum, senyum yang tiba-tiba membuat senja tak ada apa-apanya dibandingkan senyum menawan dari pria yang berdiri di sampingku ini. “Aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu layaknya sepasang kekasih,” katanya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN