Pukul 10 malam, mataku masih terbuka nyalang. Dari tadi yang kulakukan hanya berguling ke kanan dan ke kiri di atas kasur, tidak bisa tidur karena memikirkan Mas Ser. “Kira-kira Mas Ser tinggal di mana ya? Dia pergi tanpa membawa uang, jangan-jangan Mas Ser tidur di jalanan,” gumamku, berbicara sendirian. Tapi masalah utama sekarang bukan hanya itu, melainkan petugas LIPI yang akan mencari Mas Ser untuk dijadikan objek penelitian. Apa aku perlu bolos kuliah lagi besok untuk mencari Mas Ser sampai ketemu? Ah, tapi terakhir kali aku nekad bolos kuliah, sesuatu yang buruk menimpaku dan aku trauma kena karma bolos kuliah lagi. Tidak-tidak, lebih baik aku mencarinya sesudah kuliah saja. Siapa tahu jika aku jadi anak yang rajin dan baik, Allah akan memudahkanku menemukan Mas Ser. Tok, tok, to

