Selepas kepergian Mas Ser kemarin, malamnya aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Cemas memikirkan apakah Mas Ser menemukan tempat istirahat di malam yang dingin ini. Tapi aku cukup kagum padanya karena berani mengambil langkah itu demi mendapat restu dari kedua orang tuaku. Pagi ini, sebagai bentuk protesku pada mama dan papa aku sengaja tidak ikut sarapan dan langsung pergi kuliah tanpa bersalaman. Mama tampak menyesal sedangkan Papa tetap acuh dan tak peduli dengan aksi ngambekku. Sebelum berangkat kuliah, aku memutuskan untuk mencari Mas Ser ke sekeliling komplek perumahan tempat tinggalku, berharap bisa bertemu dengannya karena aku khawatir sekali kemarin dia tidak tidur karena tidak memiliki tempat tinggal lagi. Namun 15 menit aku mencari, tetap saja tak kutemukan Mas Ser di sana.

