“Padahal Bibi Lily bisa langsung pergi saja, kenapa malah repot-repot menyiapkan sarapan dulu seperti ini?” “Tidak apa-apa, Nyonya. Nyonya yang seharusnya tidak perlu repot-repot bangun pagi di hari Sabtu seperti ini.” Airin tersenyum pada Bibi Lily yang setelah menyiapkan sarapan mengganti pakaian dinasnya sebagai seorang asisten rumah tangga dengan setelan berwarna biru yang meski terlihat sederhana namun merupakan merk terkenal yang juga merupakan salah satu merk favorit Mama Airin. Membuat wanita tua itu berubah dari seorang asiten rumah tangga yang sederhana menjadi seorang nyonya dengan aura yang terasa elegan. Airin lalu menatap Riu yang tangan kanannya digandeng Bibi Lily sementara tangan kirinya memeluk boneka Pororo. “Jangan nakal dan jangan buat masalah lagi, uh. Kau tidak bo

