bc

Dia Hadir Bukan Untuk Kita

book_age4+
0
IKUTI
1K
BACA
kickass heroine
stepfather
drama
gxg
cheating
like
intro-logo
Uraian

Sevia dan Intan adalah sahabat baik sejak kecil, hidup di Desa yang tidak lama satu persatu tempat bermain masa kecil itu hilang dan berubah menjadi tebing tebing bangunan dan jalan kota..Hingga beranjak remaja, banyak hal terjadi mulai dari hal kecil mereka berusaha memperbaiki permasalahan agar tetap bisa bersahabat..Disisi lain, Intan terkadang iri dengan kehidupan Sevia yang memiliki keluarga lengkap juga uang jajan yang tidak pernah kurang,, sementara dirinya hanya memiliki Ibu dan tidak punya saudara ..Di sela sekolahpun , intan harus berkerja sampingan jual snack dan pakaian milik tetangganya.Ia harus bisa membagi waktu untuk berjualan di sekolah , lalu menjaga toko baju hingga jam delapan malam.Namun ia ikhlas dengan apa yang dijalaninya karna bisa sambil bermain juga menambah uang sakunya..Intan anak yang mandiri sejak kecil sebab ia menyadari kondisi keluarganya, juga ibunya yang tempramen membuatnya segan untuk meminta."Neng, kamu baru pulang ? dapat berapa uang mu hari ini?". tanya ibunya yang sudah menunggu sedari tadi."iya Bu, Neng lelah banget .Neng hanya dapat segini dari jualan + upah dari toko. ini pun mau aku pakai buat bayar ujian besok." jawab intan sambil merebahkan diri ke sofa."kenapa lebih kecil dari kemarin? tadinya ibu mau pinjam buat beli gamis, gamis ibu udah lusuh apalagi ibu mau pake buat ke kondangan paman mu.""Aduuhh gimana yah ini Neng udah nabung buat ujian, kan sisanya Neng kasih ke ibu tiap hari . Bu, kan Gamis yang dibeli waktu itu masih bagus.""tapi ibu malu pake itu terus, udahlah kalau gak bisa pake aja uangnya. Kamu lanjut ke SMK pun udah untung karna ibu gak sanggup biayainya." Jawab ibu dengan nada marah dan kesal."maafin Neng bu, nanti kalo neng punya uang lagi neng beliin ibu gamis baru.""Gak usah, ibu bisa beli sendiri. Kamu sekolah aja biar cepet dapet kerja yang bagus, bisa nyenengin ibu. Pokonya Neng harus kerja...kerja...kerja... jangan sia siakan ijazah sekolah, Mahal."Bentak ibunya sambil pergi je kamar. intan hanya bisa menangis meratapi nasibnya dan sifat ibunya yang berbeda dari ibu yang lain.Sementara itu, orangtua Sevia sangat memanjakan Sevia, pun kakak kakaknya yang sudah bekerja dan mapan memberi uang rutin padanya."Maaahhh,, aku pulang" . Teriak Sevia di depan pintu."Waalaikumssalam. Ya ampun de, datang itu biasakan salam. " tegur Mamanya yang lembut dalam berbicara.."hehe iya lupa, Assalamualaikum Mamah...""Waalaikumssalam..nah gitu dong gimana sih Ade ini.""Mah, masak apa hari ini aku laper..hauss..gerah...huhhh..""Mama masak Ayam kecap sama Soup telur puyuh kesukaan ade.""waahhh.. mau mau mau.."~~~"Mah, minta uang buat ujian,""iya nanti mama kasih.""yeee.. makasih mamah.. oh ya kakak kakak ku belum pulang sih biasanya Kak Dika ikut makan bareng aku.""Kak Yudis pulang minggu depan, kak Davis kerja lembur.. kalo Dikaa ada dikamar udah makan duluan dia,, eh De, kak Davis semalam ngasih uang lagi ya?.""hehe iya mah, aku dikasih dua ratus ribu.""waw banyak banget de, terus kenapa ade minta lagi ke mama. kan bisa pake uang dari Kakakmu.""beda lah mah, aku mau beli baju ke tokonya Intan, baju aku udah bosen mau yang baru.""oh gituuu... okelah buat anak cantik."Sore harinya , Sevia mendatangi intan seperti biasanya, kali ini ia hendak berbelanja pakaian.."ini in, semuanya jadi berapa?" tanya Sevia menyodorkan belanjaan di kasir Intan."totalnya seratus tujuh puluh lima ribu"Sevia nampak ceria hari itu berbeda dengan Intan yang nampak Sedih."kamu kenapa in? kok sedih gitu.?tanya Sevia sambil duduk di teras toko karna toko sedang tidak ada pembeli mereka pun ngobrol sesaat."vi kayanya aku mau berenti sekolah ada tawaran kerja di kota.""loh kenapa in, sayang loh bentar lagi kenaikan kelas. Kamu kalo ada masalah cerita dong ke aku.""Uangku gak cukup untuk bayar sekolah apalagi aku biayai sendiri, ibuku gak sanggup bayar. Bahkan aku kerja apapun gak akan cukup buat biaya sekolah dan ngasih ke Ibu.. aku udah putuskan semuanya,Vi.""Ya ampun sayang banget in, padahal tinggal satu tahun lagi loh kita lulus, atau gini aja aku bilang ke Bapak aku agar mau bayarin sekolah kamu tahun ini aja. Gimana?"."Engga via, Bapa kamu terlalu baik udah ngasih jajan ke aku aja udah makasih banget. Mungkin udah jalan aku harus berenti sekolah, aku berangkat besok vi."Sevia memeluk intan yang sudah bercucuran air mata.Keesokan harinya, intan sudah mengeluarkan diri dari sekolah, dan berpamitan kepada ibunya untuk berangkat kerja di Pabrik bersama saudara sepupu nya ke Kota.Intan pulang sebulan sekali untuk mengirimi ibunya uang dengan sebagian gajinya..Satu tahun berlalu, Sevia bahagia dengan kelulusan nya, iapun bertemu Intan di kampung halamannya.Intan kini telah berbeda, memiliki sepeda motor pribadi dan pakaian modis hasil kerja keras nya selama ini.."Intaaaannn... Aaa kangen banget, wiihh kamu keren banget in kerja dimana sekarang?".Tanya Sevia sambil memeluk intan dan mengagumi penampilan nya sekarang.

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1 Ikut Intan ke Kota
Sevia dan Intan adalah sahabat baik sejak kecil, hidup di Desa yang tidak lama satu persatu tempat bermain masa kecil itu hilang dan berubah menjadi tebing tebing bangunan dan jalan kota..Hingga beranjak remaja, banyak hal terjadi mulai dari hal kecil mereka berusaha memperbaiki permasalahan agar tetap bisa bersahabat..Disisi lain, Intan terkadang iri dengan kehidupan Sevia yang memiliki keluarga lengkap juga uang jajan yang tidak pernah kurang,, sementara dirinya hanya memiliki Ibu dan tidak punya saudara ..Di sela sekolahpun , intan harus berkerja sampingan jual snack dan pakaian milik tetangganya.Ia harus bisa membagi waktu untuk berjualan di sekolah , lalu menjaga toko baju hingga jam delapan malam. Namun ia ikhlas dengan apa yang dijalaninya karna bisa sambil bermain juga menambah uang sakunya.. Intan anak yang mandiri sejak kecil sebab ia menyadari kondisi keluarganya, juga ibunya yang tempramen membuatnya segan untuk meminta. "Neng, kamu baru pulang ? dapat berapa uang mu hari ini?". tanya ibunya yang sudah menunggu sedari tadi. "iya Bu, Neng lelah banget .Neng hanya dapat segini dari jualan + upah dari toko. ini pun mau aku pakai buat bayar ujian besok." jawab intan sambil merebahkan diri ke sofa. "kenapa lebih kecil dari kemarin? tadinya ibu mau pinjam buat beli gamis, gamis ibu udah lusuh apalagi ibu mau pake buat ke kondangan paman mu." "Aduuhh gimana yah ini Neng udah nabung buat ujian, kan sisanya Neng kasih ke ibu tiap hari . Bu, kan Gamis yang dibeli waktu itu masih bagus." "tapi ibu malu pake itu terus, udahlah kalau gak bisa pake aja uangnya. Kamu lanjut ke SMK pun udah untung karna ibu gak sanggup biayainya." Jawab ibu dengan nada marah dan kesal. "maafin Neng bu, nanti kalo neng punya uang lagi neng beliin ibu gamis baru." "Gak usah, ibu bisa beli sendiri. Kamu sekolah aja biar cepet dapet kerja yang bagus, bisa nyenengin ibu. Pokonya Neng harus kerja...kerja...kerja... jangan sia siakan ijazah sekolah, Mahal." Bentak ibunya sambil pergi je kamar. intan hanya bisa menangis meratapi nasibnya dan sifat ibunya yang berbeda dari ibu yang lain. Sementara itu, orangtua Sevia sangat memanjakan Sevia, pun kakak kakaknya yang sudah bekerja dan mapan memberi uang rutin padanya. "Maaahhh,, aku pulang" . Teriak Sevia di depan pintu. "Waalaikumssalam. Ya ampun de, datang itu biasakan salam. " tegur Mamanya yang lembut dalam berbicara.. "hehe iya lupa, Assalamualaikum Mamah..." "Waalaikumssalam..nah gitu dong gimana sih Ade ini." "Mah, masak apa hari ini aku laper..hauss..gerah...huhhh.." "Mama masak Ayam kecap sama Soup telur puyuh kesukaan ade." "waahhh.. mau mau mau.." ~~~ "Mah, minta uang buat ujian," "iya nanti mama kasih." "yeee.. makasih mamah.. oh ya kakak kakak ku belum pulang sih biasanya Kak Dika ikut makan bareng aku." "Kak Yudis pulang minggu depan, kak Davis kerja lembur.. kalo Dikaa ada dikamar udah makan duluan dia,, eh De, kak Davis semalam ngasih uang lagi ya?." "hehe iya mah, aku dikasih dua ratus ribu." "waw banyak banget de, terus kenapa ade minta lagi ke mama. kan bisa pake uang dari Kakakmu." "beda lah mah, aku mau beli baju ke tokonya Intan, baju aku udah bosen mau yang baru." "oh gituuu... okelah buat anak cantik." Sore harinya , Sevia mendatangi intan seperti biasanya, kali ini ia hendak berbelanja pakaian.. "ini in, semuanya jadi berapa?" tanya Sevia menyodorkan belanjaan di kasir Intan. "totalnya seratus tujuh puluh lima ribu" Sevia nampak ceria hari itu berbeda dengan Intan yang nampak Sedih. "kamu kenapa in? kok sedih gitu.? tanya Sevia sambil duduk di teras toko karna toko sedang tidak ada pembeli mereka pun ngobrol sesaat. "vi kayanya aku mau berenti sekolah ada tawaran kerja di kota." "loh kenapa in, sayang loh bentar lagi kenaikan kelas. Kamu kalo ada masalah cerita dong ke aku." "Uangku gak cukup untuk bayar sekolah apalagi aku biayai sendiri, ibuku gak sanggup bayar. Bahkan aku kerja apapun gak akan cukup buat biaya sekolah dan ngasih ke Ibu.. aku udah putuskan semuanya,Vi." "Ya ampun sayang banget in, padahal tinggal satu tahun lagi loh kita lulus, atau gini aja aku bilang ke Bapak aku agar mau bayarin sekolah kamu tahun ini aja. Gimana?". "Engga via, Bapa kamu terlalu baik udah ngasih jajan ke aku aja udah makasih banget. Mungkin udah jalan aku harus berenti sekolah, aku berangkat besok vi." Sevia memeluk intan yang sudah bercucuran air mata. Keesokan harinya, intan sudah mengeluarkan diri dari sekolah, dan berpamitan kepada ibunya untuk berangkat kerja di Pabrik bersama saudara sepupu nya ke Kota. Intan pulang sebulan sekali untuk mengirimi ibunya uang dengan sebagian gajinya.. Satu tahun berlalu, Sevia bahagia dengan kelulusan nya, iapun bertemu Intan di kampung halamannya. Intan kini telah berbeda, memiliki sepeda motor pribadi dan pakaian modis hasil kerja keras nya selama ini.. "Intaaaannn... Aaa kangen banget, wiihh kamu keren banget in kerja dimana sekarang?". Tanya Sevia sambil memeluk intan dan mengagumi penampilan nya sekarang.. "Iya dong vi, aku sering pulang sekarang mah udah gak sebulan sekali. kamunya aja yang sibuk terus . Aku kerja di SPG mobil aku juga jadi model untuk produk nya Loh." Ucap intan dengan bangga atas keberhasilan nya bekerja di kota . "Waahh keren, makin cantik aja makin The Best pokonya." "Kamu juga bisa kerja di Kota, tapi ya gitu besar resikonya nanti deh aku ceritain." "Pengen banget ikut kamu, tapi takut gak diizinin kalo jauh dari rumah." "Iyalah, aku ngerti kamu kan disayang banget gak kaya aku cuma dimanfaatin ibu sendiri". "Kamu gaboleh gituuu, gimana pun dia tetap ibu kamu. Justru harus nya kamu bersyukur buktinya sekarang kamu bisa renovasi rumah kamu,bisa beli motor, bisa shopping terus". "Ya memang, cuman kamu gak tau aja gimana kerja aku disana. Sedih kalo diceritain mah." "Hemm, gituuu ya udah aku ikut kamu kerja oke." "Jangan sekarang vi. Aku belum bilang ke mami Shinta". "Siapa tuh mami Shinta? Bos kamu ya?." "Bisa dibilang Bos, pokoknya nanti aku izin dulu. Tapi aku gak yakin sih kamu gak akan mau kalau tau sebenarnya aku kerja kek gimana." "Iya sih, aku sadar body SPG kan harus mulus, bisa berkata kata bagus. Aku belajar dulu lah dari sekarang." "Bukan gituu sebenarnya...." Intan menghentikan ucapannya karna dia belum siap menjelaskan semuanya sekarang. "Sebenarnyaaaaa..vi.. kamu udah punya pacar belum hihihi." Tanya intan mengalihkan pembicaraan.. "Kirain apa ih, aku udah punya gebetan sih malah kata mamah kalo cocok langsung nikah aja. Tapi gak tau deh." "Apa Vi? Nikah? Ya ampun ini bocah baru lulus SMK udah mikirin nikah aja ih." "Iya nikah, mama aku tuh selalu ngijinin akuuu.. aku gak bisa lanjut kuliah in, semenjak kakak kakak ku menikah mereka jarang ngasih uang apalagi biayai kuliah. Ditambah sekarang Bapakku sakit sakitan dan gak kerja.." "Iya sih Vi, cuman gak langsung nikah juga kali. Kamu masih sangat muda. Bisa kerja dulu kek, nyari calon dulu kek yang kaya raya gitu." "Ah gak tau lah in, gimana nanti aja. Aku cuma gamau jadi beban keluarga aku mau seperti kamu." "Iya okeee... Minggu depan aku kesini lagi bawa kabar bisa ikut atau engga nya . Aku sore nanti harus ke mess ada kerja malam ini." ~~~ Hari minggu pun tiba, intan Membawa Sevia ke Kota untuk sekedar jalan jalan dan menginap disana.. Mereka ke Mall, makan makan dan berfoto serta belanja. "Vi, udah sore nih.. ke kosan aku dulu yu nanti kamu nginep disana aja." Intan hanya membawanya jalan jalan dan memperkenalkan suasana kerja malam hari, namun tidak mengizinkan Sevia ikut kerja bersamanya dengan satu alasan. "Ini kosan kamu in?". Mereka tiba di sebuah rumah besar. "Ayo masuk dulu, eh di dalam ada mami Shinta nanti kamu kenalan ya, bilang aja sepupu aku dari kampung ." Setelah tiba di sebuah ruangan, mereka bertemu Shinta yang tak lain adalah seorang g*rm* atau pemilik club malam tersebut.. "Haloo mam, ini adik sepupuku dia mau nginep boleh kan mam.." tanya intan sambil mencium pipi mami Shinta seperti biasa. Shinta tidak menjawab dan hanya setengah senyum melambaikan tangannya, pertanda terserah apa yang intan mau.. "in, ini tempat apa sih luas banget rumah bos kamu. Kamu kerja dimana in? Jam berapa ? Aku mulai kerja malam ini kan?". Tanya Sevia dengan polos tanpa tahu isi tempat tersebut . "Via, sebenernya ini tempat kerja aku. Ini sebuah club malam dan aku bukan SPG mobil. Aku SPG minuman disini." "Apa?? Intaaann kok gak bilang dari awal kalo kamu kerja begini?". "Viii,, aku malu cerita ke semua orang ini tuh kerjaan hina gajinya pun kecil. Aku banyak uang karna aku jual diri. Itu sebabnya aku larang kamu ikut kerja . Pokoknya malam ini kamu diam dikamar dan jangan keluar. Besok siang aku antar kamu pulang. Ok" "Yaallah intan, kamu kenapa jadi gini sih.. kamu itu orang baik,polos kenapa harus terjerumus disini in.." "Vi, kamu tau kan ibu aku gila harta. Dulu aku kerja di pabrik ngasih bulanan itu gak cukup.. ibuku ingin ini ingin itu, sementara aku gajian sebulan sekali. Aku gelap mata Vii.gak ada jalan selain ini." Sambil berbicara intan menangis menutupi wajahnya.. ia malu jika sahabatnya itu tau namun ia juga butuh teman untuk mengerti keadannya.. "Intaann.. kamu yang sabar ya aku benar benar gak tau.." ucal Sevia sambil memeluk intan . "Kalo kamu jijik sama aku gpp vi, aku emang hina." "Engga in, aku tetap sahabat kamu. Udha jangan nangis lagi ok.." "Vi janji ya rahasiakan ini terutama ibu aku, kalo tetangga nanya jawab aja aku SPG mobil. Kamu ngerti kan vi." "Iya aku janji." (Pelukann) ~~~ Malam harinya jam dua belas, suasana di bawah sangat bising dengan musik DJ dan karaoke.. kamar para gadis terletak di atas. Karena penasaran, Sevia membuka pintu kamar hendak melihat suasana malam di tempat itu.. ia melihat dari balkon tengah rumah, suasana nampak gelap dengan kerlip lampu disco dan musik yang keras. Banyak p****************g mencari kepuasan disana, ada yang mabuk ada juga yang joget bersama para wanita. Sevia mencari intan dari atas, dan terlihat intan sedang mengasong dua gelas minuman kepada para lelaki disana, Intan berpenampilan cantik dan sangat seksi dengan rok mini ketat.. "Astaghfirullah,, Yaallah ampuni lah sahabatku dia orang yang baik. Semoga diberi hidayah padanya." Sevia pun kembali ke kamar menunggu Intan hingga ia ketiduran.. pagi harinya,, Sevia bangun dan intan sudah berada disisinya dengan pakaian yang ia kenakan semalam. Terdengar suara ketukan pintu memanggil nama non intan, Sevia membukanya dan ternyata Bi Minah yang mengantar dua porsi sarapan.. "Eh eneng, adiknya Intan ya." "Iya Bi, saya dari Desa .. intan masih tidur bi mau dibangunin?". "Oh iya, jangan dibangunin neng dia mah bangunnya kadang jam sepuluh. Maklum lah kerjanya malam sampai subuh. Neng ini sarapan buat kalian..bibi simpan di meja ya " "Ok, makasih bi.." Sevia membereskan kamar intan yang berantakan itu, lalu berkemas untuk pulang . Tengah hari, intan baru bangun dan melihat sevia berdiri di depannya dengan membawa tas besar . "Eh vi, kamu gak bangunin aku sih.. sorry aku capek banget sampe lupa ada kamu hehe".. "Gapapa in, aku ngerti kamu tidur subuh kan.." "Vi kamu mau kemana kok udha rapi sih." "Aku pulang sekarang in, kamu gak usah anter aku aku udah pesan taksi online bentar lagi datang kok ". "Vi kamu marah sama aku? Kita heppy hepi aja dulu ke taman kota yaa pliiisss..." "Iiinn.. aku gak marah, ngapain harus marah.. aku gak enak sama mami Shinta kayanya gak suka sama aku deh." bersambung

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
2.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.1K
bc

TERNODA

read
201.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.4K
bc

Kali kedua

read
221.5K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook