Dua minggu kemudian, Sevia tengah berbahagia karna bisa mendapatkan kembali kekasih yang sangat ia cintai itu.. setelah sekian lama backstreet akhirnya ia terus terang dalam hubungannya dan menceritakan semua pada Intan...
"in, kayanya aku benar benar putus sama Hariz deh, soal nya selama ini belum ada rasa sama dia. dia pun udah gak pernah telfon telfon lagi.. Fiks udah batal pertunangan ini ."
Tegas Sevia yang benar-benar yakin atas keputusan nya itu
"kamu yakin Vi ? setau aku Hariz perhatian banget loh sama kamu yang katanya kamu udah susah dihubungi."
"emang dia pernah nelpon kamu?".
"iya dia nanyain kamu baik baik aja atau engga..dia khawatir sama kamu tapi gak mau ganggu kamu soalnya kamu udah putusin dia kan.."
"in,,, sebenernyaaa aku ,,, aku udah jadian lagi sama Zulfan.."
ujar Sevia tersipu malu mengakatakan hubungan nya dengan Zul .
"hah... sejak kapan Vi?? yaampun trus gimana sama Hariz dan orangtua kamu.."
"tapi aku lebih nyaman sama Zul,, dia ngertiin aku,, dia juga selama ini diam diam nyari kabar aku. sampai tau semuanya dari aku lulus sampai tunangan dan semuanya dia tau.."
"huh ,iya deh sekarang kamu yakin ? Zulfan bakal lebih bahagiain kamu,, dia kan kekanak-kanakan banget jauh sama hariz yang dewasa.. itu setau aku sih.."
"nyaman itu bukan soal umur.. tapi saat bersama Hariz atau Zul aku bisa bedain mana yang Sreuk buat aku ."
"aku gak percaya kalo si Zul bisa bahagiain kamu... Buktinya apa dia lebih baik dari Hariz?.."
"Buktinyaaaaaa..... dia romantis ganteng bikin nyaman.. sering tiba tiba transfer uang,, tiba tiba ngirimin aku belanjaan tas baju makanan enak,, dan motor ini nih.. ini Aerox terbaru dia penjamin buat aku sampai jangka waktu yg tidak bisa ditentukan.. dan lagi ,, Dia nurut saat aku minta dia sisihin uang buat membangun rumah sebagai tabungan masa depan.."
"uwoooww..amazing...hebat juga selera kamu sekarang yah gak nyangka aku tuh.. bagus lah selama sama sama mencintai..
Tapi vi, Aku kasian loh sama Hariz.. dia sering banget nanyain kabar kamu ."
"ah gampang,, kan semua keputusan ada di tangan aku.. Aku dulu pernah mengatakan udah Aa jauhin aku aja Aa orang baik aku yakin AA dapatkan yang lebih baik dari aku, terus dia jawab Biar waktu yang menjawab semuanya... itu tandanya dia oke dong dengan keputusan aku.."
"ya terserah kamu sih vi, selama kita bisa memilih kita pilih sesuai hati kita ."
"iya lah in, Zul itu kan cinta pertama aku.. aku sekarang lagi dimabuk cintaaaa..aaa.."
"aduuhhh baru lihat aku,, kamu sebahagia ini biasanya bicarain Hariz gak kaya gini.."
"beda lah in,, Hariz itu cuma ganteng sama dewasa . kalo Zul ituuuu item manis . kayak anak kecil kalo marah, tapiiiii romantis dan asyik ."
"iyalah... iyalah ... di khianatin baru tau rasa hahaha.." ucap intan nyindir Sevia dalam hati ia ingin tau lebih banyak soal Zulfan..
"in, pinjem HP kamu dong aku mau VC sama Zul..gak tau HP ku error abis kuota apa gimana.."
"bukan error itu namanya ngirit kuota.. yaudah nih. Dengan senang hati.."
Saat mereka telfonan tiba tiba intan merasa mual dan pusing..
Intan yang menyadari dirinya hamil... ia pun bingung harus meminta pertanggungjawaban siapa. Tak mungkin jika Om Farid atau Om Hans.. sebab mereka adalah pria beristri dan tidak akan mau menikahi dirinya..
seminggu kemudian , intan menangis histeris meratapi nasibnya yang tidak lama lagi akan hancur.. namun ia punya rencana besar atas kehamilannya,, yakni mendekati laki laki mapan idamannya namun ia enggan mencari sebab kandunggannya akan segera terlihat...
tiba tiba HP nya berdering, ada panggilan masuk dari Zulfan.. ia pun mengangkatnya..
"Hallo ini siapa?" tanya intan dengan suara lirih..
"Assalamu'alaikum, ini intan temannya Sevia kan?? Aku Zulfan.. kamu lagi sama Via ngga..?
"oh Zulfan,, engga dia lagi kerja lembur.. kenapa?".
"dia susah dihubungi dari kemarin, kaya yang ngehindari aku padahal gak ada masalah apa apa . kamu tau gak in..?".
"oh, mungkin lagi deket sama Hariz. Hariz kan ada disini dari siang dia di kosan Via.."
"apa?? kamu emang tau darimana kalo mereka deket lagi?".
"tadi aku lihat mereka jalan berdua jemput via dari kantor nya , aku kira kalian udah putus".
"astagaaa... kita gak putus loh, kenapa dia jalan sama Hariz? in, tolong kamu pantau mereka oke .aku janji gak akan ngasih tau Sevia kalo kamu ngasih info ke aku ."
"sorry ya, itu privasi dia. Aku gak berhak beritahu kamu."
"demi apapun tolong in, ini demi kebaikan bersama.. aku gamau diduakan , aku kebih baik mundur kalo bener mereka balikan ."
intan merasa ada jalan untuk mendekati Zulfan , mendengar dari cerita sevia Zul adalah lelaki idamannya sebab ia royal dan mapan.. cocok dengan selera intan yang matre....
"hemm bener juga sih, bener loh aku kira kalian udah putus jadi keceplosan deh ngomongin hariz.."
"ya gapapa lah in, atau gini aja kita ketemuan dulu dimana lah kamu atur tempatnya, aku mau bicara penting sama kamu tentang Sevia. Gimana ?
"Gak ah, aku takut keadaan makin runyam. kamu selesaikan sendiri lah zul, aku lagi gak enak badan.."
"aku jamin hubungan kalian akan baik baik aja. Please in tolongin aku, aku gamau dibohongin sama Sevia. ini demi masa depan aku sama dia.. aku udah nyiapin semuanya buat dia ."
Intan pun berfikir bahwa Zulfan adalah laki laki idamannya.. Pemikiran licik merasuki dirinya agar bisa merebut zulfan dari Sevia, juga mencarikan ayah untuk anak yang dikandungnya..
Akhirnya ua menyetujui permintaan zulfan dan menemuinya di sebuah tempat..
Intan memanas manasi zul agar ia tidak percaya sevia dan mundur dari hidup sevia agar dirinya bisa masuk ke kehidupan pribadi zulfan dan mengisi ruang hatinya .
"in, kenapa kamu pucat banget.." tanya zulfan menemui intan yang duduk di kursi sebuah kafe .
"kan tadi aku bilang aku lagi gak enak badan, kalo bukan karna kalian aku mending istirahat aja dirumah ."
"oh sorry banget aku kira kamu gak sakit beneran.."
"iya gapapa.. ada apa sih.."
"gini in , aku kan udah berjuang banget buat bahagiain Sevia. Dan aku gak mau dikhianati dan dibohongi kaya dulu.. kalo boleh, mau gak kamu bantu aku mata main dia sama Hariz.. kamu kepoin perasaan nya setelah itu kasih tau aku. "
"aku gak ada waktu ngurusin orang, aku sendiri aja bingung kerjaan udah mulai gaada. Bos aku gak bisa mempekerjakan aku lagi. Gak ada duit buat ngirimin orang tua . Terus ditambah harus ngepoin hidup orang.."
"kamu tenang aja, aku janji gak akan merusak pertemanan kalian.. ini demi masa depan aku in.. atau gini aku kasih kamu uang satu juta.. tapi kamu kirim info tentang Sevia.. Gimana.."
"ya udah lah, kalo ada apa apa kamu harus belain aku.."
Dengan berat hati intan menerima uang itu dan harus sedikit mengarang cerita agar Zul percaya padanya.. walau faktanya Hariz menemui sevia hanya untuk memberi kabar bahwa Bapaknya telah sembuh dan ia kembali bekerja di konveksi miliknya,, juga mengajak Sevia pulang kampung selama dua hari dan HP nya terjatuh entah dimana..
"in, kamu bilang Hariz menemui sevia kesini . Trus gimana ceritanya mereka jalan bareng..?".
"Oh kemaren, iya emang aku lihat Hariz jemput Sevia, dia peluk Sevia dan bawa via jalan gaktau kemana.. Malemnya aku balik lagi nungguin dia belum pulang juga di telpon berkali kali gak di angkat.. pas aku lihat kaca rumahnya, di meja ada paket bunga kayaknya dari Hariz deh. "
"in, padahal aku ada rencana lamar dia ke rumah orangtuanya.. tapi kayaknya udah keduluan sama Hariz.. pantesan sifatnya sekarang jadi beda, jarang nelpon duluan.. jarang angkat telpon aku sekalinya diangkat ngajak ribut.. capek lah lembur atau belum ngelakuin apa ., apalgi dari kemarin dia gak angkat telpon aku.."
"Zul, saat ini cuma ngasih tau ini aja, aku udah gak nginep di kosannya lagi jadi jarang curhat.."
"in, kalo ada info lagi tentang mereka kasih tau aku.. Kamu jangan ngerasa gak enak justru yang aku butuhin adalah kebenarannya.."
"iya udah nanti aku kabarin lagi, BTW thanks ya uangnya aku pinjam dulu buat makan, ntar aku ganti ."
"gak usah diganti intan,, anggap aja kita lagi bisnis..oh ya, kayaknya aku harus pulang duluan gapapa ya in.."
"ok zul,, Bye.."
~Sorry Via, kali ini aku mengkhianati kamu... aku harus bisa dapatkan Zulfan seengganya dia gak berjodoh sama kamu, zul adalah idaman aku... dan kamu masih punya pria yang tulus mencintai kamu selain Zul. semoga kalian putus...~
Guman intan di dalam hatinya..
Sementara kenyataannya, Sevia telah tiba di rumah orangtuanya dan lupa memberi tahu Zul sebab fikirnya cuma menginap semalam saja disana..saat ingin menelfon zul, tiba tiba HP nya tidak ada di tas..
Kehadiran Hariz memang mempengaruhi hubungannya dengan Zul, sebab mereka sering diadukan oleh Intan. Intan sengaja menelfon hariz untuk menjemput Sevia setiap hari di kantornya karna motor nya ia pinjam, lalu memotret kedekatan mereka dan mengirimnya kepada Zulfan..
Intan juga merekam ketika Sevia curhat tentang perhatian Hariz yang kembali mengajak nya menikah..
Keesokan harinya seperti biasa sevia bekerja dan dijemput oleh Hariz lagi, yang sengaja menyewa rumah di dekat kosan Sevia agar bisa mendekatinya lagi berkat dukungan dari Intan..
"haii Vi.."sapa Hariz dengan motor barunya, saat Via pulang kerja..
"Aa, aa kok ada disini..?"
"iyaa aku mau jemput kamu lagi, motor kamu masih dipinjam intan kan.."
"iya sih tapi aku bisa naik ojek"
"Vi, ada yang mau aku bicarakan penting sama kamu.."
akhirnya mereka pergi ke suatu tempat yang sangat romantis yang disediakan intan dan Hariz sebelumnya ..
Rencana intan kali ini sungguh terlalu jauh ,ia memberi dukungan penuh pada Hariz agar percaya diri melamar Sevia..
juga menghasut bahwa kehadiran Zulfan hanyalah cinta semu yang tidak akan kalah dengan kekuatan cinta Hariz padanya..
Hariz pun menuruti bujukan intan dan dengan besar hati mendekati Sevia..
"Sevia,, sesuai janjiku yang dulu... aku tidak akan menyerah untuk selalu mencintaimu,, dan malam ini izinkan aku melamarmu.."
Rayu Hariz sambil berlutut mengasongkan cincin dan memasangkannya di jari sevia.. Namun Sevia bingung harus menjawab apa untuk menolak Hariz, ia masih harus menjaga hubungan nya dengan Zulfan..
"maafin aku A, aku masih belum bisa nikah sekarang . aku belum siap nikah sama aa.."
ucap Sevia menatap mata hariz dan memegang pundaknya agar berdiri .
"kenapa Vi , aku udah kembali lagi setelah sekian lama kita berpisah.. aa sudah berusaha mewujudkan impian kita dan siap nikahin kamu.."
"aku belum siap aja a, lagian sebelum aa pergi keluar kota waktu itu kita pernah bicara di telepon kita udahan aja.."
"Ya udah,,, kalo kamu belum siap sekarang,, aku akan selalu ada buat nunggu kamu lagi.. aku kasih kamu waktu untuk berubah fikiran.. jika tahun depan masih gak mau ok aku nyerah.."
"oke . aku akan memikirkan semuanya,, tapi izinkan aku memilih laki laki lain untuk mempertimbangkan nya.. aku tau kamu laki laki yg paling mencintai aku ,jika aku tidak menemukan yang lain, aku akan kembali ke kamu.."
"tentu Sevia . aku adalah lelaki yang paling mencintai kamu di dunia ini ."
malam itu ,, Sevia lalu menemui Zulfan di Galeri Shop