Chapter 2. Death Design: Ship Rip

1980 Kata
Kapal wisata Life Friends. Kapal wisata bercat putih yang memiliki dua lantai. Kedua lantai memiliki bangku-bangku penumpang yang cukup nyaman. Kapal tersebut mampu mengangkut tiga puluh orang penumpang. Sebagian penumpang lebih memilih mengambil posisi di lantai atas, karena bisa menikmati pemandangan laut biru dengan lebih jelas dan menghirup udara yang menyegarkan. "Mengapa kau lama sekali?" tanya Juan. "Maaf-maaf, sekarang aku sudah disinikan?" sahut Oscar. Dari dalam kapal, Daniela melambai-lambaikan tangannya. Oscar pun membalasnya dengan senyuman. Ia langsung menaiki kapal wisata itu dan duduk di samping Daniela. Mereka semua mengambil bangku di lantai dasar, karena lantai atas sudah penuh dengan penumpang lainnya. Melihat Oscar dan Daniela yang duduk berdekatan, membuat Natalia sedikit merasa cemburu. Karena antara Oscar dan Natalia sempat terjalin hubungan pacaran. Natalia adalah pacar pertama Oscar sebelum Oscar berhubungan dengan Daniela. Sementara itu, Nicole, Christian dan Angel daritadi hanya memandangi keindahan laut meskipun kapal wisata itu belum bergerak. Begitu pula dengan penumpang lainnya, seperti Lorenzo dan Isabel yang tampak sedang bermesraan, Rafael yang sedang membaca brosur tempat wisata di Cancun, Anna yang sedang memegang cangkir minuman dan Patricia yang sedang santai, serta beberapa penumpang lainnya yang sudah tidak sabar untuk melihat keindahan laut Cancun lebih dekat. Anak buah kapal sudah selesai mengisi bahan bakar. Kemudian ia meletakkan tabung jerigen berisi bahan bakar tersebut di bawah kemudi kapal. Tanpa ia sadari kalau jerigen itu belum tertutup rapat. Selanjutnya tali pengikat kapal pun dilepaskan oleh anak buah kapal lainnya. Dan akhirnya kapal tersebut pun mulai bergerak meninggalkan dermaga. Di tempat lainnya, didekat dermaga, Martin, Mickey dan Renata sedang menaiki boat mereka sendiri, yang mereka sewa dari jasa penyedia kapal boat. Martin dan Mickey tampak kecewa karena rencananya mereka akan mengadakan adu selancar, namun hingga saat ini, mereka sama sekali tidak melihat adanya ombak. "Benar-benar payah. Hari ini tidak terlihat adanya ombak" ujar Mickey. "Ya sudah, kalau begitu kita berjemur saja di laut, bukankah boat ini punya matras pelampung" kata Renata. "Idemu boleh juga" sahut Martin sambil tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang Renata yang sexy. Lain lagi dengan Santiago, saat itu ia sedang bersiap untuk melakukan parasailing dengan boat lainnya. ***** Kapal wisata Life Friend semakin melaju ke tengah menjauhi pantai. Para penumpang sangat terkagum-kagum melihat keindahan alam laut ditambah penjelasan dari seorang pemandu wisata yang menceritakan beberapa hal tentang kota Cancun tersebut. Sementara itu sang anak buah kapal yang berjaga dibagian belakang, tidak sengaja menyenggol tali pengikat kapal dengan kakinya. Tali tersebut terjatuh kedalam air. Karena pengaruh gelombang dalam laut dan tarikan baling-baling kapal, tali tersebut ketarik dan tersangkut salah satu baling-baling, sehingga kapal tersebut jadi tersendat tiba-tiba. Akibat gerakan yang tiba-tiba itu, jerigen bahan bakar jadi terguling. Karena tutupnya tidak rapat, bahan bakar tersebut tertumpah dan mengalir ke seisi lantai di ruang kemudi. Saat itu sang pengemudi kapal tidak menyadari hal tersebut, karena ia sedang sibuk mengamati mesin kendali kapal wisata tersebut. "Apa yang terjadi?" tanya Nicole. Semua penumpang saling pandang dan bertanya-tanya, apa yang menyebabkan kapal tersebut tersendat tiba-tiba. "Semua penumpang harap tenang, sepertinya tali pengikat kapal tersangkut di baling-baling" ujar sang pemandu. Sang pengemudi memerintahkan anak buahnya via walkie talkie untuk melepaskan tali tersebut dari baling-baling kapal. Kemudian ia menyalakan sebuah pemutar musik yang melantunkan lagu dari sebuah band terkenal bernama Jack Mannequin, yang berjudul 'Swim'. "You gotta swim. Swim for your life. Swim for the music that saves you when you're not so sure you'll survive. You gotta swim and swim when it hurts. The whole world is watching. You haven't come this far to fall off the earth." Wajah Oscar terlihat keheranan setelah mendengar alunan lagu tersebut. "Oscar, kau kenapa? Mengapa kau terlihat gelisah?" tanya Daniela. "Entahlah, hanya saja aku merasa aneh" kata Oscar. "Aneh kenapa?" tanya Nicole yang juga mendengar ucapan Oscar. "Tadi sewaktu di hotel, aku juga mendengar lagu ini. Ntah kenapa mendengar lagu ini bulu kudukku jadi merinding" ujar Oscar. "Oscar... ini hanyalah sebuah lagu, jangan kau anggap suatu yang aneh" sahut Juan yang ternyata juga mendengarkan ucapan Oscar tadi. ***** Seorang anak buah kapal terjun menyelam kedalam air untuk melepaskan tali yang tersangkut di baling-baling kapal. Di ruang kendali, sang pengemudi kapal berdiri diantara genangan bahan bakar, sampai akhirnya ia menginjakkan kaki kirinya, yang di bawah sepatunya menempel sebuah puntung rokok yang masih sedikit menyala. "Byusssshhhhh!!!" Api langsung menyambar di kaki kirinya. Awalnya nyala api cukup kecil, namun jadi membesar akibat bahan bakar yang sudah menggenangi lantai. Pria tersebut mulai panik dan kelabakan akibat api yang membakar dirinya dan ruang kemudi tersebut. "Aaaaaaaaaa..........." Suara teriakan terdengar dari ruang kemudi, sehingga menyita perhatian para penumpang, yang terlihat semakin khawatir. Semua bertanya-tanya apa yang terjadi didalam ruang kendali. Pria itu berteriak sambil berusaha mencari pemadam api untuk memadamkan api tersebut. Namun usahanya semakin sulit, ketika api mulai mengganggu sistem kendali. Sistem kendali kapal tersebut jadi malfungsi, sehingga kapal bergerak sendiri dengan kecepatan melebihi kecepatan standar. Anak buah kapal yang sedang melepaskan tali yang tersangkut di baling-baling, terseret arus dan terhisap ke baling-baling, membuatnya tewas seketika. Kapal wisata itu melaju kencang, membuat para penumpang panik dan berteriak. Menyadari keadaan tidak baik, Christian Juan dan Angel berinisiatif untuk memasuki ruang kendali dan melihat apa yang terjadi. "Apa yang terjadi di ruang kemudi?" tanya Christian. "Aku akan melihat kedalam" ujar Angel. "Aku ikut" sahut Juan. Namun apa yang terjadi ketika Angel membuka pintu ruangan kemudi? Sebuah ledakan api langsung menyambar dan membakar tubuh ketiga remaja tersebut. Api pun langsung menjalar ke bangku-bangku penumpang, baik di lantai dasar maupun di lantai atas. Beberapa penumpang mulai tersambar api, sehingga mengakibatkan penumpang lain panik dan berdesak-desakkan untuk menyelamatkan diri mereka. Akan tetapi kapal wisata itu melaju kencang, dan berlayar mengarah ke sebuah boat yang sedang berhenti di tengah laut. Boat tersebut ternyata adalah milik Martin, Renata dan Mickey. Karena ketiganya sedang berjemur sambil tiduran, maka mereka tidak menyadari sebuah kapal wisata yang sedang terbakar dan melaju kencang, sedang menuju kearah mereka. Tapi sayang, mereka menyadari hal tersebut ketika kapal wisata sudah mendekati boat mereka, dan akhirnya kapal wisata dan boat yang berisi tiga orang remaja itu pun bertabrakan dan meledak. Ledakan itu membuat lantai atas kapal runtuh sebagian dan menimpa para penumpang yang ada dibawahnya, termasuk Rafael, Anna, Patricia, pasangan Lorenzo dan Isabel, Nicole dan Natalia. "Tidaaaaaaaakkkkkk...." Teriakan Daniela histeris melihat teman-temannya tewas tertimpa langit-langit kapal yang terbuat dari batu. Ledakan itu juga mengakibatkan beberapa penumpang yang ada di lantai atas terlempar ke laut. Hal itu juga terjadi pada Oscar. Ia terlempar ke laut sementara kakinya tidak sengaja terikat pada tali yang sebelumnya tersangkut pada baling-baling kapal. Sehingga tubuh Oscar terseret-seret didalam air. Melihat kejadian yang menimpa pacarnya, Daniela pun berteriak memanggil nama Oscar sambil berusaha menarik tali yang mengikat kaki Oscar tersebut. Namun usahanya ternyata sia-sia ketika kapal boat lain yang membawa Santiago berparasailing mulai menjadi sasaran tabrakan dengan kapal wisata Life Friends yang sudah kehilangan kendali. Pengemudi boat yang membawa Santiago berparasailing, melompat ke laut untuk menyelamatkan dirinya. Sementara Santiago yang berada di udara mulai kebingungan. Ia berusaha melepaskan tali penghubung tubuhnya ke kapal boat tersebut. Tak bisa dihindari lagi, kapal wisata Life Friends bertabrakan untuk kedua kalinya. Ledakan besar terjadi sekali lagi, dan membuat Daniela menjadi korbannya. Melihat hal itu, Oscar mencoba berteriak, namun suaranya tidak bisa keluar sama sekali akibat kesulitan bernafas. Saat itu juga, tali yang menghubungkan Santiago untuk berparasailing pun terputus. Karena tekanan udara yang cukup besar, membuat parasut Santiago tidak mau mengembang, sehingga tubuhnya melayang di udara dan terlempar jauh, lalu menancap pada tiang layar kapal lain yang berada tidak jauh dari kapal wisata Life Friends. Lelaki itu pun tewas seketika. Akibat tabrakan yang kedua kalinya, kapal wisata Life Friends menjadi lamban dan perlahan mulai tenggelam. Oscar merasa sudah sangat letih akibat terseret-seret dan kesulitan bernafas didalam air. Sementara kakinya masih terikat dan terhubung ke puing-puing kapal yang terbuat dari besi. Puing-puing itu pun makin lama makin tenggelam membawa tubuh Oscar semakin kedalam dasar lautan. ***** "Mengapa kau lama sekali?" tanya Juan. Oscar terkejut, seperti baru tersadar dari mimpi. Matanya melihat kesekelilingnya kemudian melihat kearah Daniela berada. Dari dalam kapal, Daniela melambai-lambaikan tangannya. Oscar semakin kebingungan, karena ia seperti baru mengalami peristiwa de ja vu. Semua keadaan benar-benar persis sama dengan apa yang ia lihat didalam penglihatannya. "Hey, buddy, ada apa dengan dirimu? Kau seperti ketakutan sampai-sampai berkeringatan seperti itu?" tanya Juan. "Kapal ini... kapal ini akan mengalami kecelakaan...!!!" teriak Oscar sekeras-kerasnya. Reaksinya yang panik dan kebingungan seperti itu, kontan menarik perhatian teman-temannya dan para penumpang lainnya. Melihat kekasihnya yang bersikap aneh seperti itu, Daniela pun bergegas turun dari kapal wisata itu menghampiri Oscar. "Oscar, tenanglah. Kau kenapa?" tanya Daniela yang khawatir. "Kalian semua harus tahu, kapal ini akan mengalami kecelakaan. Dan kita semua akan tewas didalamnya" kata Oscar yang masih panik. "Apa dia sudah gila?" tanya Rafael. "Dear, aku mulai tidak suka disini. Lebih baik kita pergi ke pantai saja" ujar Isabel kepada suaminya. "Kau benar juga. Kalau begitu, ayo kita berjemur di pantai saja" sahut Lorenzo. "Oscar..!! Kau benar-benar merusak semuanya" kesal Christian. "Aku juga tidak jadi. Lebih baik aku kembali ke hotel dan membaca buku" ujar Rafael. "Rafael... aku ikut..." ujar Anna. "Hey, jangan tinggalkan aku" sambung Patricia. Mereka pun turun dari kapal wisata itu, mengurungkan niat mereka untuk melihat pemandangan laut Cancun. "Apa yang kau lakukan? Kau sudah membuat beberapa penumpang ketakutan dan tidak jadi menaiki kapal ini" ucap seorang anak buah kapal. "Tapi, aku yakin, kalau kapal ini benar-benar akan....." Belum sempat Oscar menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba sebuah kepalan tinju mendarat di wajahnya. "Hentikan kegilaanmu ini, Oscar" ujar Juan yang baru saja memukul wajah Oscar. "Juan hentikan" teriak Daniela yang mencegah perkelahian lebih lanjut dibantu oleh sang anak buah kapal. "Lebih baik kalian pergi dari sini, sebelum aku memanggil keamanan" kata sang pengemudi kapal yang mencoba membantu menyelesaikan keribuatan itu. "Sudah biarkan saja mereka...!! Jalankan saja kapal ini" teriak seorang penumpang dari dalam kapal. Keributan itu juga menarik perhatian Renata dan Mickey. Mereka mendatangi keributan tersebut dan membiarkan Martin pergi dengan boatnya sendirian. "Ada apa dengan mereka? Mengapa mereka berteriak-teriak seperti itu?" tanya Mickey. "Entahlah... aku juga tidak tahu" jawab Renata. "Oh, shiiittt..... Martin meninggalkan kita berdua" ujar Mickey. "Dia memang selalu saja bercanda" sahut Renata sambil melambaikan tangannya pada Martin yang sedang mengemudikan kapal boatnya. Sementara itu, Santiago juga tidak jadi melakukan parasailing karena ingin melihat keributan yang terjadi tidak jauh dari tempatnya berada. "Ada-ada saja. Disaat liburan seperti ini harus membuat keributan" gerutu Santiago. "Bagaimana? Apa kau jadi berparasailing?" tanya seorang pengemudi kapal boat. "Hmmm... mungkin nanti saja" jawab Santiago. Daniela mengajak Oscar duduk disebuah bangku yang ada didekat dermaga. Sementara itu kapal pun mulai bergerak. Oscar masih tampak stress dan kebingungan. Lalu ia melihat kepada teman-temannya yang menyesal tidak jadi naik kapal wisata tersebut. Oscar menyadari sesuatu, ia tidak mendapati Christian dan Angel berada bersama teman-temannya yang lain. "Dimana Christian dan Angel?" tanyanya. "Tentu saja mereka ada di kapal itu. Mereka tetap ingin melihat keindahan laut Cancun. Kalau saja kau tidak membuat kekacauan, sudah pasti kita juga sedang bersenang-senang menikmati tempat ini" ujar Juan. "Juan, jangan mulai pertengkaran lagi" ujar Natalia. "Tapi kapal itu akan mengalami kecelakaan" "Oscar sudahlah jangan mulai lagi" ujar Daniela yang berusaha menenangkan Oscar. "Oscar tenanglah" ucap Natalia yang juga ikut menenangkan Oscar. "Sudahlah Oscar, aku semakin muak mendengar ocehanmu....." "DUAAAAARRRRR!!!!!" Percekcokan mereka terhenti ketika sebuah ledakan terjadi ditengah laut. Kapal wisata Life Friends meledak dan menabrak sebuat boat yang juga sedang berada disekitar laut. "What the....." ucap Juan yang melihat kapal wisata itu meledak. Rafael, Anna dan Patricia yang sedang berjalan menuju hotel, menoleh kearah suara ledakan yang keras itu. Semua orang, termasuk Lorenzo dan Isabel yang sedang berjemur dipinggir pantai juga terkejut melihat kejadian itu. Santiago yang tidak jadi berparasailing juga tak luput dari keterkejutan. "Oh my God!!" ucap Santiago. Apalagi Renata dan Mickey yang tak kalah terkejut, ketika mengetahui kalau boat yang tertabrak oleh kapal wisata Life Friends adalah boat yang dikemudikan oleh Martin. Mengetahui hal itu, tentu saja Renata berteriak histeris memanggil nama kekasihnya itu. "Martiiiiiiiìiiiiiin" Mickey memeluk adiknya tersebut, mencoba menenangkannya setelah melihat Martin, sahabat sekaligus pacar adiknya menjadi korban dikecelakaan itu. Hal itu juga dirasakan Oscar, Daniela, Nicole, Natalia dan Juan, karena teman baik mereka, Angel dan Christian berada di kapal yang kini sudah menjadi puing-puing akibat ledakan besar itu. Juan, Natalia, Nicole serta Daniela menatap Oscar dengan pandangan aneh. Karena mereka tidak menduga kalau kecelakaan yang dikatakan Oscar sebelumnya, kini benar-benar terjadi. Mereka tidak habis pikir mengapa Oscar bisa mengetahui kejadian yang sama sekali belum terjadi. "Oscar, bagaimana kau bisa....?" tanya Daniela. Oscar hanya diam tidak menjawab, karena ia sendiri juga tidak tahu jawaban atas pertanyaan tersebut. ***** Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN