Tiga orang telah tewas dengan cara yang sangat mengerikan. Apakah yang dikhawatirkan oleh Mila adalah benar? Apakah orang-orang yang selamat yang seharusnya tewas dalam kecelakaan akuarium akan tetap dikejar kematian? Pertanyaan-pertanyaan itu yang terus berkecamuk difikiran Kevin, Cecil dan Michelle. Kevin dan Cecil mungkin mulai mempercayai keadaan ini, namun Michelle masih sulit untuk menerima hal yang ia anggap tidak masuk akal itu.
"Jadi, kita semua benar-benar ada dalam satu daftar kematian yang setiap saat akan mengejar kita" ujar Cecil dengan nada ketakutan.
"Aku tahu ini memang sulit untuk diterima, tapi kita akan mencari cara untuk mengalahkannya" kata Mila.
"Bagaimana caranya?" tanya Cecil.
"Aku sudah melakukannya sekali, sewaktu di akuarium dengan menggagalkan kalian memasuki akuarium itu. Dan sekarang dengan memperhatikan setiap tanda yang terasa aneh disekeliling kita, aku yakin kita bisa menyelamatkan korban berikutnya" jelas Mila.
"Tapi tidak semudah itu kan?" ujar Kevin.
"Aku tahu, Kev. Tapi dengan saling membantu, aku yakin kita bisa melakukannya" kata Mila.
"Apa sekarang tidak lebih baik kita mengumpulkan mereka yang selamat, dan memperingatkan mereka tentang hal ini" saran Cecil.
"Kau benar Cecil, itu juga yang ada dibenakku" sambung Mila.
"Aku akan mencoba menghubungi Chris dan Nathan. Kita berkumpul di cafe biasa" kata Kevin sambil mengeluarkan ponselnya bermaksud untuk menghubungi kedua temannya, Nathan dan Chris.
"Bagaimana dengan para dewi-dewi?" tanya Mila.
"Akan ku coba menghubungi Nadine" kata Cecil.
"Hello.... guys, apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian harus tegang seperti ini? Ini... ini semua tidak masuk akal. Kematian mengejar kita? It's bullshit. Kita semua telah selamat dari kecelakaan akuarium itu, memang kita ditakdirkan untuk selamat" kata Michelle yang terlihat gusar.
"Michelle... mengapa kau berkata seperti itu? Kau lihat sendiri apa yang terjadi dengan Alicia dan kematian Flint juga Dim yang aneh, bukan? Ini sudah cukup untuk menjelaskan kalau kita semua masih dikejar-kejar oleh teror kematian" kata Mila.
"Maaf Mila, aku tidak ingin membebani fikiran ku dengan hal-hal semacam ini. Sekali lagi maaf aku harus pergi, masih ada hal yang ingin aku kerjakan" kata Michelle sambil bergegas pergi meninggalkan Mila, Kevin dan Cecil.
"Michelle...." panggil Mila. Namun Michelle tidak mengindahkan panggilan itu.
"Mila, biarkan saja dia. Mungkin dia butuh waktu untuk berfikir. Aku akan bicara dengannya nanti" kata Cecil.
"Shittt... aku tidak bisa menghubungi Chris atau pun Nathan" kata Kevin.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Cecil.
"Mencari siapa diantara kita yang menjadi korban berikutnya" jawab Mila.
"Dengan memperhatikan setiap petunjuk? Aku sudah bilang kalau itu saja tidak cukup" kata Kevin.
"Apa Oscar tidak memberitahukan sesuatu di buku diarynya?" tanya Cecil.
"Tunggu... aku ingat, Oscar mengatakan kalau ia melihat urutan kematian didalam penglihatan kecelakaan yang seharusnya menewaskan ia dan teman-temannya" jelas Mila.
"Jadi.... kalau begitu kau tahu siapa korban berikutnya, kau melihat urutan itu didalam penglihatanmu, bukan?" tanya Kevin.
"Entahlah Kev, waktu itu memang aku ingat yang memasuki akuarium terlebih dahulu adalah Flint yang berjalan di depan, diikuti oleh Dimitri dan Alicia, dan selanjutnya.....Beli dan Chris" jelas Mila yang mencoba mengingat-ingat kejadian didalam penglihatannya tentang kecelakaan akuarium.
"Apa kau yakin?" tanya Kevin lagi.
"Ya.... aku yakin" sahut Mila meskipun sebenarnya ia belum yakin benar, karena fikiran yang campur aduk membuatnya sulit untuk mengingat kejadian didalam visinya dengan lebih jelas.
"Kalau begitu kita harus menemui mereka" saran Cecil.
"Baiklah sebaiknya kita mendatangi studio tempat latihan bandnya Beli, dan akan ku coba menghubungi Chris lagi" kata Kevin.
"Ok, tunggu apa lagi" sahut Mila.
Tanpa menunda-nunda waktu lagi, mereka bertiga bergegas mencari Beli dan Chris. Mereka meyakini kalau Beli atau Chris lah giliran berikutnya.
*****
Di studio bandnya Beli, terlihat Chris dan Beli sedang duduk di atas sofa sambil berdiam diri. Perasaan Beli yang hancur karena ditinggal pergi oleh ketiga teman anggota bandnya. Yang paling disesali adalah kematian mereka yang begitu mengerikan.
"Mengapa ini semua harus terjadi kepada mereka? Ini benar-benar....aneh, mereka tewas dengan cara yang sangat tragis bahkan kematian mereka begitu dekat satu sama lain. Ada apa sebenarnya ini? Apa kau tidak merasa kejadian yang terjadi belakangan ini terdengar sangat aneh?" tanya Beli pada Chris.
"Honey, ini semua hanya sebuah kecelakaan yang bisa menimpa siapa saja. Kematian mereka memang sangat tragis, tapi bukan berarti hal ini membuatmu semakin terpuruk dalam kesedihan. Kau masih memiliki ku. Aku akan selalu bersama mu sampai kapan pun, karena aku mencintaimu" ujar Chris.
"Aku juga. Aku mencintaimu, dan ku mohon jangan pernah meninggalkan aku" kata Beli.
Chris dengan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Beli. Bibir mereka berdua saling memagut, bersatu dalam sebuah ciuman hangat yang mengisi keheningan di ruangan itu.
Namun kemesraan keduanya terganggu, saat mendengar suara nada dering ponsel milik Chris. Pemuda itu mengeluarkan ponselnya yang berdering dan menerima panggilan tersebut.
"Hello...."
"Chris... syukurlah, kau mengangkatnya. Aku ingin......."
"Kev, hubungi aku nanti. Sekarang aku sedang sibuk, ok" balas Chris yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Chris, tunggu..... damn it. Dia menutupnya" kesal Kevin.
Saat itu Kevin sedang menyetir mobilnya, sementara Mila dan Cecil duduk di bangku belakang.
"Kita pergi ke studio saja" ucap Mila.
"Ya, aku tahu" sahut Kevin.
*****
Sementara itu, di tempat lain, terlihat Cassandra, Nadine dan Evelyn keluar dari dalam sebuah toko rental dvd.
"Step Up? Kau menyewa film itu, lagi?" tanya Cassandra kepada Nadine.
"Ya, kenapa?" tanya balik Nadine kepada Cassandra.
"Kau sudah berkali-kali menyewanya, mengapa kau tidak membeli saja di toko dvd?" sambung Evelyn.
"Tidak. Aku lebih suka menyewa. Itu membuatku semakin rindu dengan Channing Tatum, sehingga aku tidak akan pernah bosan menonton film ini" sahut Nadine.
"Whoooo... Channing Tatum. Kau merindukannya? Oh.... Nadine yang malang"
"Tidak lucu Sandra. Dari pada kau, menyewa film Alvin And The Chipmunk hanya karena mantan pacarmu bernama Alvin, atau karena kau tergila-gila dengan para chipmunk?" ujar Nadine yang balas mengejek.
Melihat kedua temannya saling mengejek, Evelyn hanya bisa menahan geli melihat tingkah mereka berdua.
"Hah.... dari pada kau terlalu menghayal ingin mendapatkan pria seperti Channing Tatum. Dia memang seksi, tapi.... untuk mu...dia pasti lebih memilih orang lain dari pada kau"
"Oh yeah.... Chipmunk...." ejek Nadine.
"Channing Tatum untuk mu? No way!!!"
"Hey...hey... girls ada apa? Mengapa kalian bertengkar. Kalian sedang membicarakan ku ya?" tanya Nathan tiba-tiba sudah muncul di belakang mereka dengan menaiki sebuah sepeda.
Nadine, Cassandra dan Evelyn terkejut dan saling berpandangan, yang kemudian disusul dengan gelak tawa diantara mereka bertiga.
"Hahahahaha.... ya kau benar Nathan. Kami memang sedang membicarakanmu" kata Nadine.
"Really?"
"Ya, kami sedang menyamakanmu dengan makhluk yang ada di film ini" kata Cassandra sambil menunjuk ke gambar tupai yang terdapat di cover dvd film Alvin And The Chipmunk.
"Ow.... aku tidak sejelek itu kan?" ucap Nathan.
"Cukup.... cukup, kita harus pergi sekarang, let's go" potong Evelyn yang saat itu mengenakan kaos hitam bertuliskan 'DROP IT HERE'.
"Tunggu kalian mau kemana?" tanya Nathan sambil mencegah Nadine dan Cassandra pergi, sementara Evelyn sudah berada di dekat mobil Chevo nya.
"Nathan minggirlah" bentak Nadine yang mulai kesal.
*****
Di sisi lain, Kevin, Mila dan Cecil sudah tiba di studio band milik Beli. Mereka tergesa-gesa turun dari mobil dan langsung bergegas memasuki ruangan studio.
"Chris..... Beli...." panggil Kevin.
Chris dan Beli yang sedang bermesraan terperanjat ketika tahu Mila, Kevin dan Cecil melihat mereka sedang asyik bermesraan.
"Oh, maaf" kata Mila.
"Apa-apaan kalian bertiga? Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Chris yang terlihat kesal, sementara wajah Beli terlihat tersipu malu sambil merapikan pakaian dan rambutnya yang sedikit acak-acakan.
"Maaf Chris, kami bukan bermaksud.... mengganggu privasimu, kami terpaksa kemari karena ada hal penting yang ingin kami beritahukan" kata Kevin.
"Kev, aku kan sudah bilang, kau bisa membicarakan apapun itu nanti, tidak sekarang"
"Tapi ini masalah darurat, Chris" kata Cecil.
"Masalah darurat apa?" tanya Beli yang sedikit penasaran.
"Kami ingin memberitahukan kalau kita semua sedang dalam bahaya, terutama salah satu diantara kalian saat ini sedang dikejar oleh kematian" jelas Mila.
"Apa? Kematian? Kev.... apa maksud ucapan pacarmu ini?" tanya Chris.
Kevin dan Mila saling memandang ketika Chris menyebutkan kata pacar.
"Chris, apa yang Mila katakan adalah sebuah kebenaran. Dengar, kau ingatkan kecelakaan yang terjadi di akuarium beberapa hari lalu. Seharusnya kita semua tewas didalam kecelakaan itu, kalau tidak Mila mendapatkan sebuah penglihatan sebelum kecelakaan itu terjadi yang membuat kau, aku, Beli dan anggota bandnya, Mila, Cecil, Michelle, Nathan, Nadine dan gengnya selamat dari kecelakaan itu" jelas Kevin.
"Tapi itu semua ternyata belum berakhir. Kematian masih mengejar kita satu persatu" tambah Mila.
"Baiklah, ini mulai terdengar gila. Kalian semua mengada-ada. Ada apa dengan kalian? Apa kalian baru saja minum?" tanya Chris.
"Kami tidak mengada-ada. Lihat apa yang telah terjadi terhadap Flint, Dim dan Alicia. Mereka semua tewas dalam kecelakaan yang aneh dan tragis" ujar Mila.
"Menurut kalian kejadian ini bukan hanya kecelakaan biasa?" tanya Beli yang mulai percaya, karena gadis tersebut memang sudah merasakan keanehan sejak kecelakaan yang merenggut nyawa Flint.
"Ini bukan suatu kebetulan Beli. Kematian memang sedang mengejar kita semua. Pertama Flint, lalu Dim, Alicia dan sekarang....."
"Dan sekarang..... giliran salah satu diantara kami?" tanya Beli.
"Menurut penglihatan Mila sewaktu hendak memasuki akuarium itu, setelah Alicia adalah kalian berdua. Jadi ada kemungkinan giliran berikutnya adalah salah satu diantara kalian berdua" jelas Kevin.
"Siapa lebih tepatnya yang akan mati diantara kami berdua?" tanya Beli.
"Beli.... mengapa kau bertanya seperti itu? Kau tidak mempercayai semua ini kan?" tanya Chris kepada Beli.
"Siapapun diantara kalian yang menjadi giliran berikutnya, kita harus berusaha saling menjaga untuk menghindari kejadian apapun menimpa kalian berdua" kata Kevin.
"Ya, kita harus memperhatikan......." Mila tidak sempat melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba kepalanya pusing, dan sesaat sebuah kilasan ingatan tentang penglihatan sewaktu di akuarium terbesit di kepalanya.
"Mila, kau baik-baik saja?" tanya Cecil.
Mila melihat saat mereka hendak mengantri memasuki akuarium. Dia melihat Flint, Dimitri, lalu Alicia masuk kedalam akuarium. Saat Beli dan Chris akan memberikan tiketnya, tiba-tiba Cassandra dan gengnya memotong barisan. Mereka lalu masuk kedalam akuarium tersebut setelah Alicia.
"Mila..... sadarlah" ucap Kevin.
"Oh God...."
"Mila ada apa?" tanya Cecil lagi.
"Bukan mereka giliran berikutnya"
"Apa? Lalu siapa?" tanya Kevin yang penasaran.
Chris dan Beli juga ikut penasaran menunggu jawaban dari mulut Mila tentang siapa yang menjadi giliran tewas berikutnya.
"Salah satu dari cewek angkuh itu, Cassandra and the geng"
"Kau yakin?" tanya Beli.
"Ya. Aku lihat, setelah Alicia masuk kedalam akuarium, Chris dan Beli memang akan menyusul mereka masuk, namun cewek-cewek sombong itu memotong barisan, sehingga salah satu dari mereka lah target berikutnya" jelas Mila.
"Kita harus memperingatkan mereka bertiga" ujar Beli.
"Tapi dimana mereka sekarang kita tidak tahu" tanya Kevin.
"Cecil, kau punya nomor teleponnya Nadine bukan?" tanya Mila yang mengkhawatirkan ketiga cewek angkuh nan sombong tersebut, meskipun mereka bertiga suka mengejek dan mengganggunya.
"Ya. Akan ku coba menghubunginya" ucap Cecil yang mulai mencari-cari nomor telepon Nadine didalam phonebook ponselnya.
*****
Masih di depan penyewaan dvd, Nathan masih menghalangi Nadine untuk pergi. Pemuda itu berharap ketiga gadis itu mau mengajaknya untuk menonton dvd yang baru mereka sewa.
"TRET....TRET....!!!!" suara klakson mobil dibunyikan Evelyn.
Pada spion mobil yang berada di depan tergantung sebuah rantai yang memiliki pendulum besi. Kemudian terdapat sebuah miniatur bulldozer didalam mobil tersebut.
"Nadine, ayo.... tinggalkan saja dia" teriak Cassandra memanggil dari dalam mobil.
"Nathan aku harus pergi, menyingkirlah dari hadapanku" bentak Nadine.
"Come on girls, ijinkan aku ikut dengan kalian" pinta Nathan.
Nadine semakin kesal dengan tingkah Nathan, ia melewati begitu saja pemuda itu, lalu terdengar ponselnya berdering. Ketika Nadine hendak menerima panggilan tersebut, Nathan yang masih berusaha menghalang-halangi kepergian gadis itu, tanpa sengaja menarik tangan Nadine yang ingin menerima panggilan telepon. Sehingga ponsel Nadine terlepas dari tangannya, terjatuh ke jalan dan rusak.
"Lihat apa yang telah kau perbuat. Kau merusak ponselku" bentak Nadine yang memungut bagian-bagian ponselnya yang rusak berantakan.
"Oh, maaf. Aku benar-benar tidak sengaja" kata Nathan bersamaan dengan sebuah mobil truk mini berwarna putih yang bertuliskan 'DRINK IS RESPONSIBLE' terparkir di seberang jalan.
Melihat Nadine yang mendapat kesulitan karena Nathan, Cassandra pun turun dari mobil Evelyn dan menghampiri Nadine dan Nathan.
Sementara itu, Cecil menjadi gusar karena hubungan teleponnya tiba-tiba terputus. Ia pun mencoba menghubungi Nadine lagi, namun kali ini tidak tersambung sama sekali.
"Tidak ada jawaban" kata Cecil.
"Coba hubungi lagi" ujar Mila.
Cecil pun mencoba kembali untuk menghubungi ponsel Nadine berkali-kali.
*****
"Kau benar-benar menyusahkan sekali, Nathan" bentak Cassandra.
"Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak sengaja" kata Nathan.
Truk mini yang terparkir tadi mulai bergerak dari parkirannya, sesaat kemudian dibagian pejalan kaki, terlihat seorang wanita sedang membawa beberapa belanjaan. Ada yang dibawa dengan plastik dan juga dengan troli. Tiba-tiba belanjaannya yang didalam plastik terjatuh karena plastiknya sobek. Karena ia ingin memungut kembali belanjaannya yang terjatuh, tanpa sadar troli yang ia bawa bergeser sendiri ke tengah jalan.
Hal itu membuat supir truk mini berwarna putih tersebut terkejut, sehingga membuatnya membanting setir kearah kiri. Namun troli itu tidak hanya mengacaukan si supir truk, ternyata di ujung jalan sebuah truk gandeng yang sedang membawa sebuah excavator yang memiliki sebuah pendulum baja, yang biasa digunakan untuk menghancurkan tembok bangunan.
Karena troli tersebut, sang supir mengeremkan truknya dengan tiba-tiba. Sehingga bagian gandengan belakangnya bergeser ke depan dan menuju mobil milik Evelyn.
Evelyn yang sedang berada didalam mobilnya, melindungi dirinya sebisa mungkin. Sementara Nadine dan Cassandra berteriak ketakutan sambil menutup mata mereka, karena mengkhawatirkan Evelyn yang berada didalam mobilnya. Nathan pun juga terlihat khawatir.
Truk dan gandengannya pun berhenti meskipun sempat bertabrakan ringan dengan bagian belakang mobil Evelyn.
"Evelyn... kau baik-baik saja?" teriak Nadine.
"Ya.... aku tidak apa-apa" sahut Evelyn dari dalam mobil.
Evelyn pun hendak keluar dari dalam mobilnya. Namun belum sempat ia lakukan, pendulum baja yang tergantung di excavator yang tepat berada di atas posisi mobilnya, tiba-tiba terputus dari rantainya. Pendulum baja itu pun jatuh menimpa Evelyn yang masih berada didalam mobil.
Cassandra hanya terperangah melihat kejadian mengerikan itu, sementara Nadine memalingkan wajahnya sambil menangis. Nathan pun mendekap Nadine yang terlihat sedih dan sangat ketakutan.
*****
Tbc