FD 2 Chapter 1. The Sea World

1793 Kata
"........ kecelakaan helikopter yang terjadi di Syracuse, New York, kemarin masih meninggalkan banyak tanda tanya. Komite Nasional Keamanan Transportasi masih menyelidiki kasus kecelakaan tersebut. Mereka berpendapat kecelakaan helikopter milik sebuah perusahaan terkemuka itu disebabkan oleh komponen mesin yang berkorosi, yang diduga menyebabkan kecepatan jarum mesin naik dan turun. Pihak KNKT juga melaporkan kalau mesin helikopter yang telah berkarat menyebabkan timbulnya cairan seperti minyak. Mesin helikopter tersebut memiliki tegangan yang sangat tinggi, sehingga menimbulkan percikan listrik yang dapat merusak konsentrasi jalannya mesin. Kecelakaan ini menewaskan seorang pilot dan tiga awaknya. Salah satu korban bernama Oscar Alberto......." "Mom....." sapa seorang gadis kepada ibunya yang saat itu sedang menyaksikan berita di televisi. "Ehh... sayang, ada apa?" tanya sang ibu. "Apa kau melihat...... itu.... berita kecelakaan helikopter yang terjadi di New York kemarin ya?" ujar sang gadis. "Ya, remaja yang malang. Ia harus menjadi korban dalam kecelakaan yang mengerikan seperti itu" kata sang ibu. "Ya. Aku tidak bisa membayangkannya, aku juga tidak percaya kalau salah satu korbannya adalah Oscar Alberto" ujar sang gadis. "Kau mengenalnya?" tanya sang ibu. "Tidak juga. Ia dulu merupakan siswa di sekolahku sampai akhirnya dia pindah ke New York dua tahun lalu" jelas gadis tersebut. Sesaat kemudian pembicaraan mereka terhenti ketika terdengar suara klakson mobil dari luar rumah. "Tret....tret...tret...tret....!!!" "Ow... itu teman-temanku. Oh ya aku hampir lupa. Tadi aku mau tanya, apa Mom melihat tiket masuk ke wahana taman air San Diego Sea World milikku?" tanya gadis tersebut. "Oh tiket-tiket itu... tadi Mom melihatnya ada di atas meja di ruang depan" jawab sang ibu. "Terima kasih Mom" sahut gadis tersebut. Gadis tersebut menuju ke ruang depan rumahnya untuk mencari tiket yang sedang ia cari. Ia menemukan tumpukan tiket terletak di atas sebuah meja. Saat ia akan mengambilnya, tiba-tiba salah satu tiket tersebut terbang melayang dan masuk kedalam sebuah akuarium kecil yang berada disebelah meja tersebut. Gadis tersebut sempat merasa aneh melihat hal tersebut. Namun ia berfikir, mungkin tiket itu diterbangkan oleh angin. "Tret....tret....tretttt...tretttt...." suaru klakson membuyarkan kebingungannya. Ia pun segera mengambil tiket yang tenggelam didalam akuarium tersebut. "Shitt... tiketnya jadi basah" gumamnya pelan. Setelah mengambil tiketnya dari dalam akuarium tersebut, ia pun segera berlari keluar untuk menghampiri teman-temannya yang sudah menunggunya. "Mom.... aku berangkat dulu...!!!" teriaknya. "Ok.... hati-hati..." sahut sang ibu dari dalam rumah. Gadis tersebut menghampiri dan masuk kesebuah mobil jenis SUV van berwarna biru. Didalamnya terdapat empat orang gadis-gadis cantik. "Mila.... mengapa kau lama sekali. Kita bisa terlambat" ujar salah satu temannya. "Sorry..." sahut gadis yang bernama Mila itu. "Ayo Cecil, kita berangkat sekarang" kata gadis lainnya kepada temannya yang duduk diposisi kemudi. Mereka pun segera bergegas meninggalkan rumah Mila menuju San Diego Sea World, sebuah objek wisata taman laut yang ada di kota California bagian selatan. "Mila, kau bawa tiketnya kan?" tanya salah satu gadis. "Oh ya, aku hampir lupa" ujar Mila sambil mengambil beberapa lembar tiket dari dalam tasnya, lalu membagikan satu-satu kepada keempat temannya tersebut. "Ini dia untuk... Michelle, Susan, Danna dan.... Cecil, dan yang ini untukku sendiri" ujar Mila sambil tertawa. "Oh ya, aku juga punya kejutan untuk kalian. Aku berhasil menemukan gerakan-gerakan baru untuk gaya cheerleader kita" ujar gadis yang bernama Michelle yang merupakan kapten dari grup cheerleader di sekolah mereka, yaitu sekolah Deer Valley California. "Benarkah? Itu berita bagus" kata Mila. "Kau harus menunjukkannya pada kita pada saat latihan nanti" lanjut Danna. "Tentu saja. Aku pasti akan menunjukkannya pada kalian" ucap Michelle. "Go.... Torch Deer...!!!" teriak kelima gadis tersebut. ***** "Beli, ayo cepat..! Mereka sudah menunggu kita" kata seorang pemuda yang sedang berdiri di depan pintu sebuah studio latihan band. "Aku datang...." sahut seorang gadis sambil berlari dan langsung mencium pemuda tersebut. "Ayo... kita harus berangkat sekarang" ujar sang pemuda. "Baiklah Chris sayang, kita pergi sekarang" ucap gadis bernama Belinda itu dengan nada merayu. Sementara itu didalam sebuah pick up, telah menunggu beberapa orang pemuda lainnya. Dan disebelah pick up tersebut, teman-teman satu band dengan Beli yang berada didalam Cheby Mustang, juga telah menunggu kedatangan Beli dan Chris. "Itu mereka... akhirnya...." ujar salah satu pemuda yang berada didalam pick up. "Hey, Beli..!! Kau akan ikut bersama siapa?" tanya salah satu anggota bandnya Beli. "Flint, aku akan ikut dengan Chris saja. Tidak apa-apa kan?" tanya Beli. "Tentu, tidak masalah" sahut pemuda yang bernama Flint itu. Flint menghidupkan mobilnya dan berangkat terlebih dahulu meninggalkan Beli bersama Chris dan teman-temannya. "Biologi, ikan, mengapa mereka menyuruh kita melakukan kegiatan ini?" ujar seorang pemuda lainnya yang berada didalam mobil milik Flint. "Mengapa kau berkata begitu, Dim? Tentu saja untuk kepentingan nilai. Ini merupakan tugas tahunan bagi para siswa Deer Valley" kata seorang gadis yang duduk di bangku belakang. "Aku tahu, aku tahu, Nona Neville" ujar pemuda yang dipanggil Dim tersebut dengan nada mengejek. "Jangan panggil aku dengan nama itu" kesal gadis tersebut. "Mengapa? Bukankah itu nama ayahmu?" ujar Dim. "Dia bukan ayahku" sanggah gadis tersebut. "Hey, ada apa dengan kalian berdua? Mengapa kalian selalu saja bertengkar? Kalian kan bersaudara?" kata Flint yang mencoba melerai pertengkaran mulut diantara keduanya. "Tiri.... kita berdua hanya saudara tiri, ingat itu" jawab Dim. "Ya... ya... aku tahu. Tapi meskipun begitu, kalian berdua sudah jadi saudara. Benarkan Alicia?" lanjut Flint. "Ya... ya... Whatever" jawab gadis yang bernama Alicia itu sekenanya. ***** Di belakang, mobil pick up yang ditumpangi Beli dan Chris melaju sedang. Bersama mereka, ada dua orang temannya Chris satu anggota club sepak bola sekolah. Mereka berdua adalah Kevin dan Nathan yang sedang menyetir mobil itu. "Fish tour, ha..ha..ha... terdengar sangat lucu" kata Kevin. "Ya... mengapa mereka tidak mengadakan s*x tour saja. Bukankah lebih menarik" sambung Nathan. "Ha...ha...ha... kau benar" sahut Kevin. Saat mereka berdua sedang bercanda, Beli memukul pundak mereka dengan sebuah buku. "Ouch..." "Hey... mengapa kau memukul kami?" tanya Nathan. "Menyetir saja, jangan bicara yang tidak-tidak" kata Beli. "Dia benar" sambung Chris. "Chris... bukankah kau juga setuju, jika diadakan s*x tour, ha..ha..ha" canda Nathan. "Shut up!!" sahut Chris yang juga ikut tertawa. "Dasar pria" gumam Beli yang sedikit kesal dengan tingkah dan canda para pemuda itu. ***** Setelah kurang lebih satu jam perjalanan, akhirnya mereka semua tiba disebuah wahana wisata taman laut San Diego Sea World. Mereka pun memarkirkan mobilnya masing-masing. Saat mereka menuju pintu masuk ke lokasi Sea World tersebut, Kevin berpapasan dengan Mila dan teman-temannya. Mereka berdua sempat beradu kontak mata. Dan senyuman pun tersungging di bibir mereka berdua. Sudah cukup lama benih-benih cinta hadir diantara mereka. Namun keduanya masih malu-malu untuk mengungkapkannya. Selanjutnya geng Mila berpapasan dengan tiga gadis sexy yang terlihat agak angkuh. "Lihat ini, para cheerledeers" kata salah satu gadis tersebut. "Cheerleader bukan cheerledeer, Cassandark" sahut Cecil. "Namaku Cassandra, kau tahu itu?" kata gadis yang bernama Cassandra itu. "Whatever" jawab Cecil sambil tersenyum puas karena berhasil membalas ejekan dari Cassandra. "Sudahlah Sandra, lebih baik kita segera masuk kedalam" ujar salah satu teman Cassandra. "Tentu, ayo Nadine, Evelyn, kita pergi dari sini" ujar Cassandra sambil menarik tangan kedua temannya tersebut pergi dari hadapan Mila dan gengnya. Saat mereka hendak bergegas pergi dari tempat itu, Nathan sambil tersenyum-senyum nakal muncul mendekati Nadine, salah satu teman Cassandra. Hal itu membuat Nadine jadi kesal. Padahal yang ia harapkan saat itu orang lain yang muncul menghampirinya. "Get away, kami mau lewat" kata Nadine. "Oh tentu, tuan putriku" ujar Nathan. Kemudian dari belakang, Nathan mengikuti mereka bertiga memasuki lokasi taman wisata tersebut bersama dengan kelompok lainnya. Termasuk Chris, Beli dan kelompok bandnya. Di depan pintu masuk ke lokasi taman wisata itu terdapat sebuah tulisan "Welcome To The Heaven Of The Sea". Saat Mila dan teman-temannya akan memasuki lokasi taman laut tersebut, tiba-tiba seorang pengemis menubruk Mila dan membuatnya jadi ketakutan. "Kadang-kadang surga bisa menjadi neraka" ucap sang pengemis. "Hey, jangan ganggu dia" ujar Kevin yang muncul dan mencoba mengusir pengemis itu. "Terima kasih" ucap Mila. "Ya. No problem" jawab Kevin. "Kalau begitu... boleh ku temani?" tanya Kevin pada Mila. "Err... tentu... tentu saja" sahut Mila sambil tersenyum. ***** Didalam lokasi taman wisata laut yang sangat luas itu terdapat beberapa kolam besar berisi hewan-hewan laut yang berukuran sedang dan besar. Beberapa diantaranya terdapat, anjing laut, penguin, ikan paus dan beberapa lumba-lumba. Sementara itu, tidak jauh dari kolam yang berisi lumba-lumba terdapat sebuah pintu masuk menuju kedalam akuarium raksasa bawah laut. Tepat di atas akuarium, terdapat sebuah cafe yang cukup besar yang dibangun dengan interior dan hal-hal yang berhubungan dengan laut dan populasinya. Kini panitia pengurus taman laut itu sedang mengadakan pertunjukkan akrobat lumba-lumba. Kelompok siswa-siswa itu pun tidak mau melewatkan pertunjukkan luar biasa itu. Mereka bergabung dengan pengunjung umum lainnya menyaksikan aksi lumba-lumba yang benar-benar menarik untuk dinikmati. Gemuruh tepuk tangan terdengar saat melihat aksi lumba-lumba yang berenang meluncur dan melompat dari dalam air. Apalagi saat para lumba-lumba itu melompat melewati sebuah ring yang sekelilingnya terbakar api. Penonton benar-benar terkesima melihat akrobat yang dilakukan oleh makhluk-makhluk pintar itu. "Wow..!! Hewan-hewan itu benar-benar hebat. It was amazing" puji Cecil. "Cecil... kau sudah berulang kali mengucapkan kata-kata itu, apa kau tidak bosan?" ucap Cassandra. "Aku fikir itu bukan urusanmu" sanggah Michelle yang mencoba membela Cecil. "Kawan-kawan, tenanglah. Kita disini untuk belajar bukan berkelahi" kata Mila. "Dia benar juga Sandra. Mengapa kita harus mempedulikan para cheerledeers ini, ha..ha..ha.." kata Evelyn. "Ya. Kalau difikir-fikir benar juga ya?" sahut Cassandra. Mila dan teman-temannya hanya bisa menggelang-gelengkan kepalanya melihat tingkah gadis yang memiliki predikat siswi-siswi populer di sekolah mereka. Namun bagi Mila, hal itu tidak terlalu ia masukkan kedalam hati, karena saat itu ia dan Kevin yang posisi duduknya agak jauh, saling melirik satu sama lain. Mereka berdua saling tersipu-sipu malu, karena tidak bisa menyembunyikan rasa ketertarikan diantara mereka berdua. Akan tetapi tanpa mereka sadari, kalau tingkah laku mereka saat itu sedang diperhatikan oleh Nadine. Ia cemburu melihat sikap Kevin yang menyukai Mila. Padahal Nadine sedang menaruh hati pada Kevin. Nadine terlihat kesal ketika Kevin tersenyum kepada Mila. Terlebih lagi yang membuat dia semakin kesal saat Nathan melambai-lambaikan tangan kepadanya. Nadine merasa kesal karena pemuda itu terus-terusan mengejarnya. Padahal yang ia sukai sebenarnya adalah Kevin, sang striker kebanggaan club sepak bola di sekolah mereka. "Nadine, ada apa denganmu?" tanya Evelyn. "Err... tidak, tidak apa-apa" jawab Nadine. ***** Setelah pertunjukan akrobat lumba-lumba selesai, sekarang para pengunjung tempat itu mulai menuju ke objek wisata selanjutnya, yaitu memasuki akuarium raksasa yang dibangun di dasar laut California. Dan bisa menyaksikan langsung komunitas hewan laut dan keindahan taman laut yang sangat menakjubkan. "Ayo, sekarang kita akan melihat hewan-hewan laut yang lebih banyak lagi" kata Cecil. Saat mereka hendak beranjak dari tempat duduknya, tiba-tiba Mila merasakan dingin di kakinya. Ia pun melihat ke bawah, dan sesaat melihat air menggenangi kakinya. "Mila... ayo" panggil Michelle. Suara Michelle membuyarkan fikiran Mila. Saat ia melihat ke bawah lagi, ternyata tidak ada air yang menggenangi kakinya. "Hanya perasaanku saja" gumamnya pelan. Kemudian ia pun bergabung dengan rombongan pengunjung lainnya yang sudah mengantri di depan pintu masuk menuju akuarium raksasa tersebut. Saat mereka sedang mengantri di depan pintu masuk, Mila melihat para lumba-lumba yang terlihat gelisah. Mereka berenang berputar-putar didalam kolamnya sambil sesekali mengeluarkan suara. Salah satu diantara lumba-lumba itu menatap kearah Mila. Melihat hal itu, Mila pun sempat merasa aneh. "Ada apa dengan lumba-lumba itu?" tanya Mila. "Apa, ada apa Mila?" tanya Michelle. "Lumba-lumba itu. Mereka terlihat gelisah" jawab Mila. "Mungkin mereka hanya sedang lapar" ujar Cecil. "Ya. Mereka hanya sedang lapar" lanjut Michelle. Setelah menunggu dalam antrian, akhirnya Mila dan teman-temannya tiba juga di mulut akuarium. "Tiketnya, nona" kata seorang pemungut tiket yang berdiri di depan pintu akuarium. Mereka pun menyerahkan tiketnya masing-masing dan kemudian dipersilahkan memasuki akuarium tersebut. Saat memasuki mulut akuarium itu, ada perasaan aneh menyelimuti diri Mila. Entah karena apa, bulu kuduknya berdiri saat ia menginjakkan kakinya masuk kedalam akuarium tersebut. ***** Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN