Mila bersama teman-temannya sudah memasuki akuarium yang dibangun membentuk sebuah lorong dari bahan kaca yang kuat. Saat memasuki bagian tengah, ruangan akuarium sedikit melebar. Disana juga terdapat beberapa buah bangku yang bisa digunakan bagi para pengunjung untuk beristirahat sejenak sambil melihat-lihat hewan laut yang lebih banyak lagi bersembunyi dibalik batu karang.
Saat itu terdengar beberapa loudspeaker yang dipasang didalam akuarium tersebut sebuah lagu yang diputar oleh pengelola cafe yang berada tepat di atas akuarium tersebut.
"...... this flood is slowly rising up swallowing the ground
Beneath my feet, tell me how anybody
Thinks under this condition so
I'll swim as the water rise up,
The sun is sinking down....."
"Wow, Dark Blue nya Jack's Mannequin, aku suka lagu ini" ujar Beli sambil mengikuti setiap lirik yang dinyanyikan oleh sang penyanyi.
Berbeda dengan Beli yang menikmati betul lagu tersebut, tidak demikian dengan Mila. Ia merasa lagu tersebut merupakan sebuah pertanda buruk.
"Mila, apa kau baik-baik saja?" tanya Cecil.
"Eh... ya. Aku baik-baik saja" jawab Mila.
Semakin melangkah kedalam, pencahayaan semakin redup. Penerangan di sekeliling akuarium menjadi terlihat indah dengan perpaduan warna air laut. Ikan-ikan berenang dengan tenang. Beberapa diantaranya bersembunyi dibalik karang dan rumput-rumput laut. Tidak hanya ikan-ikan yang berukuran kecil yang terlihat disana, ikan-ikan berukuran besar, seperti hiu pun dapat dilihat dengan jelas sedang berenang mengitari akuarium raksasa itu.
"Clown fish, Angel fish, Lion fish... wow ternyata ikan-ikan itu benar-benar cantik" ujar Kevin.
"Tidak... tidak... menurutku mereka bertiga jauh lebih cantik dan sexy" ucap Nathan sambil melihat ke Nadine dengan mata nakalnya, dan Nadine membalasnya dengan sebuah acungan jari tengah.
"Tentu saja mereka lebih cantik. Kau manusia, bukan ikan. Jelas saja mereka lebih cantik" kata Kevin sambil menepuk bagian belakang kepala Nathan. "Tapi menurutku, Mila lebih cantik" lanjut Kevin.
"Ya, dia juga cantik. Aku bisa melihatnya" sahut Nathan.
"Hey kalian berdua, diam lah" bentak Chris yang sedang berjalan berdekapan dengan Beli di belakang mereka.
"Tenanglah boss, kami disini sedang berdiskusi" sahut Nathan.
"Diskusi? Oh please" ujar Beli.
*****
"Aku benar-benar kesal. Mengapa Nathan selalu menatapku seperti itu?" tanya Nadine.
"Ha..ha..ha.. Nadine, tentu saja karena dia menyukaimu" ujar Evelyn.
"Apa? No way!!!" jawab Nadine sekenanya.
"Apa kau tidak tahu Eve? Dia menyukai orang lain" sambung Cassandra.
"Siapa? Sang kapten sepak bola?" tanya Evelyn.
"Tentu saja tidak. Tapi yang satu lagi" kata Cassandra.
"Maksudmu Kevin?" tanya Evelyn.
"Kalian berdua, jangan membahasnya disini, Ok" ujar Nadine.
"All right... all right..." kata Cassandra sambil tersenyum-senyum, begitu pula dengan Evelyn.
*****
Sementara itu kondisi didalam cafe yang merangkap restoran juga, yang di bangun tepat berada di atas akuarium terlihat sepi. Karena sebagian besar pengunjung tempat itu sedang berada didalam akuarium, menikmati pemandangan bawah laut California, dengan makhluk-makhluk lautnya yang menakjubkan.
Di dapur cafe tersebut, terlihat dua orang koki yang sedang memasak. Cafe tersebut menggunakan beberapa buah tabung gas yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak.
Tanpa disadari oleh kedua koki tersebut, penutup salah satu tabung gas tersebut mengalami kelonggaran. Mungkin karena tidak tersadar sering tersenggol oleh mereka ketika sedang memasak. Bahkan mereka sama sekali tidak mencium bau gas yang mulai mengisi ruangan tersebut. Hal itu mungkin disebabkan oleh aroma makanan yang lebih kuat dibanding bau gas yang bocor.
Saat salah satu koki tersebut hendak menyalakan kompor gasnya, namun yang terjadi selanjutnya adalah.... sebuah ledakan yang sangat besar. Ledakan yang ditimbulkan oleh reaksi antara api dan gas yang mudah meledak.
"Suara apa itu?" tanya Chris.
Semua pengunjung saling memandang dan bertanya-tanya mengenai suara yang terdengar keras di telinga mereka. Ledakan berikutnya terjadi. Ledakan itu membuat penerangan didalam lorong akuarium itu padam. Namun ada beberapa lampu yang saling kedap-kedip. Para pengunjung mulai dihantui rasa khawatir dan ketakutan.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Mila.
Ledakan ketiga pun terdengar, dan kali ini menimbulkan efek retaknya kaca akuarium raksasa tersebut. Suara retakan itu makin lama makin terdengar jelas. Lama-lama kaca akuarium tidak mampu menahan tekanan air laut dan akhirnya kaca akuarium pecah sehingga air laut menerobos masuk kedalam lorong akuarium.
Para pengunjung jadi panik dan saling bertubrukan karena ingin mencoba menyelamatkan diri masing-masing. Diantara mereka ada yang terinjak-injak satu sama lain.
Semua orang berteriak ketakutan dan mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri mereka. Namun usaha mereka sia-sia, ketika kabel listrik yang terdapat disepanjang akuarium tersebut putus, dan salah satu ujungnya bereaksi dengan air laut. Arus listrik mulai teraliri dan menyengat sebagian besar pengunjung yang sedang terjebak didalam akuarium tersebut.
Mila menoleh ke belakang dan melihat air laut sudah mendekatinya.
"Aaaarrrrggghhhhh......!!!!" teriak Mila.
Akhirnya air laut itu pun menerjang dan menenggelamkan seluruh pengunjung akuarium tersebut, termasuk Mila dan teman-temannya.
*****
"Tiketnya, nona" kata seorang pemungut tiket yang berdiri di depan pintu akuarium.
Mila merasa heran mengapa ia bisa berada di depan pintu masuk akuarium lagi. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, wajahnya pun pucat karena ketakutan. Sementara orang-orang yang ada disekitarnya menjadi heran melihat Mila yang tiba-tiba diam membisu dan terlihat ketakutan.
"Nona... tiketnya..." ucap sang pemungut tiket sekali lagi.
"Mila, ada apa denganmu? Berikan tiketmu" ujar Cecil.
"Tidak... aku tidak ingin masuk kesana. Akuarium itu.... tempat ini akan hancur. Akuariumnya akan pecah dan membunuh orang-orang didalamnya" teriak Mila panik.
"Apa? Mila apa maksudmu?" tanya Michelle.
"Tempat ini akan mengalami kecelakaan...!!" teriak Mila lagi.
"Nona tenanglah..." kata sang pemungut tiket yang kebingungan melihat kepanikan Mila.
"Apa yang kau lakukan cheerledeer? Kau mau buat kekacauan ya. Dasar cheerledeer murahan" ejek Cassandra.
"Hey, jaga ucapanmu" bentak Cecil.
"Jadi apa maumu?" tantang Cassandra, sementara Evelyn dan Nadine mencoba mencegahnya.
"Great, akan ada pertunjukan seru lainnya" ujar Nathan yang tertawa melihat pertengkaran para gadis remaja itu.
"Come on, kita harus melerai mereka" kata Kevin.
"Ladies.... tenanglah, ini bukan saatnya untuk berkelahi dan jambak-jambakan" ujar Chris yang mencoba melerai pertengkaran mereka bersama dengan Kevin.
"Jangan ikut campur" ucap Cassandra sambil mendorong tubuh Chris.
"Hey, mengapa kau mendorong pacarku?" bentak Beli yang emosi melihat Cassandra mendorong Chris.
"Jadi, kau mau melawanku juga?" tantang Cassandra lagi.
"Beli sudahlah" cegah Alicia.
Sementara itu Flint dan Dimitri yang sudah memasuki akuarium, akhirnya keluar lagi setelah melihat kericuhan tersebut.
"Flint, sesuatu terjadi dengan Beli. Lebih baik kita lihat" kata Dimitri.
"Oh, ya. Tentu" sahut Flint.
Kericuhan itu benar-benar menarik perhatian para pengunjung. Namun ucapan yang diutarakan oleh Mila tidak membuat para pengunjung lainnya panik. Mereka tetap melanjutkan refresing, masuk kedalam akuarium raksasa tersebut demi menikmati pemandangan bawah lautnya.
"Hey kalian, ada apa ini?" tanya seorang petugas keamanan yang datang ke tempat itu setelah melihat adanya keributan.
"Ini semua salah cheerleader itu. Dia mengucapkan sesuatu kebohongan" kata Cassandra.
"Aku tidak berbohong, akuarium itu akan mengalami kecelakaan" kata Mila.
"Baiklah, sekarang aku minta kalian semua ikut denganku" perintah sang petugas keamanan tersebut sambil memanggil rekan-rekannya untuk membantu membawa mereka semua.
Para petugas keamanan membawa para remaja itu ke kantor mereka demi mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya.
"Ini tidak adil, ini semua salahnya" kata Cassandra.
"Lebih baik kalian jelaskan nanti di kantor" kata sang petugas keamanan.
"Tapi... aku tidak bohong, aku yakin akuarium itu akan...."
"DUARRRRR....!!!"
Belum sempat Mila menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba terjadi sebuah ledakan dari dalam cafe yang berada di atas akuarium. Dan pengaruh dari ledakan itu membuat akuarium pecah dan runtuh, sehingga air laut masuk dan menenggelamkan orang-orang yang ada didalamnya.
Mereka yang melihat kejadian itu menjadi terkejut dan ketakutan. Beberapa diantara mereka langsung menoleh kearah Mila. Mereka merasa heran, karena apa yang diucapkan oleh Mila ternyata menjadi kenyataan.
Semantara hewan-hewan pertunjukkan, seperti para lumba-lumba, berenang dengan gelisah dan saling saut-menyaut mengeluarkan suara tangisan.
*****
Tbc