bc

BABY SITTER

book_age18+
58
IKUTI
1K
BACA
drama
sweet
humorous
like
intro-logo
Uraian

sandrina biasa di panggil dina baru saja lulus sekolah dan ingin bekerja di hotel tempat dia magang dulu, namun entah bagaimana dia malah di suruh mengasuh bayi yang baru saja lahir

banyak kejadian unik dan mendebarkan selama dina menjadi baby sitter, apakah dina tetap bekerja sebagai pengasuh atau berhenti dan mencoba melamar di HOTEL lagi??

chap-preview
Pratinjau gratis
SANDRINA MAHESA MENCARI KERJA
perkenalkan namaku Sandrina Mahesa, biasa di panggil dina, aku adalah seorang putri dari negeri yang jauh lahir dengan paras cantik aku di puja seluruh rakyatku, tapi bohong! ^,^ aku baru saja lulus SMK Pariwisata, dan berencana melamar kerja di salah satu hotel tempat magangku dulu yaitu Hotel Utama, sebuah hotel bintang 3 yang ada di kota S bukannya sangat percaya diri akan di terima bekerja padahal cuma lulusan SMK hanya saja Bu Lana, manager hotel itu menawariku untuk bekerja disana setelah lulus sekolah Bu lana adalah manager penanggung jawab anak anak magang dan juga pembimbing yang baik, entah bagaimana kalau beliau yang menjelaskan jadi mudah di mengerti di suatu sore yang cerah di halaman rumahku "din, kamu beneran mau lamar kerja disana?" tanya meka salah satu teman dan juga tetanggaku "iya, disana gajinya lumayan me, lagian aku nggak mungkin kuliah, kamu tau sendiri gimana keuangan keluargaku, bisa lulus SMK aja udah syukur" aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara, kakakku bernama lina setelah lulus sekolah kini dia bekerja sebagai SPG kosmetik dan adikku leo baru berusia 3 tahun keluargaku sebenarnya termasuk menengah, tidak kaya juga tidak miskin, ayahku adalah karyawan pabrik yang hampir separuh hidupnya mengabdi di tempat itu, gajinya stabil dan kami makan serta tinggal dengan layak hanya saja karena hanya satu orang yang bekerja kami pun hidup dengan pas pasan, ketika kakakku lulus seluruh biaya sekolahku di tanggung olehnya karena itu aku sangat bersyukur memiliki kakak yang begitu peduli padaku "din tolong belikan ibu cabe di warung bu lastri ya" ibuku bernama lidya, sebenarnya beliau dari keluarga kaya namun karena menikah dengan ayahku yang hanya pegawai pabrik ibuku di usir dari rumahnya dan tidak pernah kembali aku sangat bangga karena meski pas pasan ibuku tidak pernah mengeluh, beliau sabar dan perhatian kepada anak anaknya "iya buk, cuma cabe aja?" "iya yang lain masih ada, ibu mau bikin sambel buat ayahmu" "oke, siap buk" aku berharap jika sudah bekerja nanti bisa membalas semua kebaikan keluargaku dan yang terpenting harus di terima dulu baru bisa kerja. ^^ ... sesuai jadwal yang sudah di tentukan aku datang ke Hotel Utama tepat waktu, seragam hitam putih lengkap dengan sepatu pantofel ku pakai dengan rapi, aku juga mengikat rambutku dengan jepit hairnet, persiapanku 99%, sisanya adalah keberuntungan, apakah bu lana masih ingat padaku atau tidak, pasalnya ada puluhan murid yang pernah magang di hotel itu dalam setahun dan ini sudah dua tahun jadi aku tidak begitu yakin ada banyak yang melamar kerja hari itu, ku putuskan untuk masuk departemen housekepping, aku cukup pandai bersih bersih dan itu salah satu andalanku, kalau saja aku sedikit lebih cantik atau sedikit lebih tinggi pasti memilih front office, (0_0) giliran wawancara tiba, aku merapikan bajuku sekali lagi dan masuk sesuai urutan, saat memasuki ruangan ku edarkan pandangan ke semua juri satu persatu 'ah.. ada bu lana, syukurlah, beliau ingat nggak ya?' batinku penuh harap pertanyaan demi pertanyaan di berikan ke peserta wawancara hampir semua bisa ku jawab lalu tiba di pertanyaan terakhir, bu lana memberi pertanyaan "namamu sandrina, kenapa kamu memilih hotel Utama sebagai tujuanmu bekerja? apa karena hotel ini tempat magangmu dulu?" Deg aku tidak pernah memikirkan pertanyaan seperti itu, memang benar aku melamar karena pernah magang di sana, tapi kalau aku terang terangan jawab begitu sepertinya jadi kurang meyakinkan, bisa bisa aku gagal dan kelihatannya beliau tak ingat padaku "itu salah satu alasan saya melamar kerja disini, selain tau cara kerjanya secara langsung, pengalaman di sini sebelumnya sangat menyenangkan karena itu saya ingin bekerja sungguh sungguh dan melakukan tugas saya dengan baik" yah.. aku tidak yakin dengan jawabanku tapi hanya itu yang terlintas di kepalaku dan aku berharap jawabanku cukup memuaskan para juri. pemberitahuan yang lolos seleksi akan di kabari lewat telepon, lega rasanya sudah melewati tahap pertama karena jika lolos, tahap ke dua adalah kontrak kerja selama 1 bulan hari berikutnya aku gelisah sambil terus terusan menatap layar ponselku namun tak ada pesan atau telfon masuk "apa aku gagal? kalau lolos harusnya hari ini ada kabar?" aku bicara sendiri di dalam kamarku drrtt.. drttt... ponselku berdering secepat kilat ku pencet tanpa melihat nomor penelfonnya "din.. tar malam anak anak ngumpul di rumah bayu, lu dateng ya, jangan telat" ah.. itu suara meka, sebenarnya apa sih yang aku harapkan, batinku kecewa "iye.. tar we datenglah" jawabku malas "lu napa suaranya kek kecewa gitu? nungguin telfon bagas ya?" meka mulai lagi, dia hobi banget jodoin aku sama bagas, bagas juga teman satu sekolah cuma beda kelas dan kami juga masih tetangga "kalo mau, tinggal gua samperin nyet ngapa telfon buang pulsa aja" "bleh... lu nelpon pake internet bukan pulsa nyong, dah ah, sampai nanti dina monyong" setelah acara kelulusan aku dan teman teman yang rumahnya dekat bikin acara bakar bakar, bukan bakar rumah kok cuma bakar ikan "ya sudahlah anggap aja bukan rejeki" ku letakkan ponsel di meja lalu keluar untuk membantu ibuku, aku baru selesai memandikan leo, karena ibu tengah sibuk memasak aku membawa leo ke kamarku "wah.. ternyata benar kalau di biarkan seharian bentuknya seperti kapal pecah" aku memungut pakaian yang berserakan di lantai dan memasukkannya ke keranjang 30 menit kemudian kamarku sudah bersih dan rapi, selama beberes aku membiarkan leo bermain di karpet siapa sangka bocah itu tertidur sambil memeluk mobil mainannya ku pindahkan dia ke tempat tidur lalu sampingnya di beri bantal dan guling supaya tidak jatuh ponselku bergetar tanda ada pesan masuk, ku usap layarnya untuk membuka kunci, tiga panggilan tak terjawab, dua pesan masuk dan satu notif email "YES" aku berteriak saking senangnya, sadar kalau ada leo yang tengah tidur aku melangkah perlahan keluar dari kamar "ibuk......" aku berlari menghampiri ibuku yang tengah mencuci wajan bekas memasak "kakak kenapa ih? ibu lagi repot ni" ku peluk ibuku dari belakang meski mengomel "aku lolos seleksi bu, minggu depan mulai trining" mendengar kabar tersebut ibuku segera menghentikan aktifitasnya lalu membalas pelukanku "selamat ya kak, kamu di terima, moga nanti kamu bisa kerja disana" "amiin.. makasih bu doanya" "ibu mau kabari kakakmu supaya nanti malam bisa pulang, kita makam malam bareng" ibuku yang biasanya selalu semangat tapi hari ini jadi lebih bersemangat lagi "semoga aku bisa membahagiakan mereka semua, terima kasih ya Tuhaaan" seperti yang di katakan ibu, kakak pulang kerumah, kota tempat kerja kak lina bekerja sama dengan Hotel yang akan ku datangi yaitu berada di kota S yang jaraknya sekitar 3 jam dari tempat tinggalku sekarang "terima kasih kak sudah repot repot pulang kerumah" "nggak papa, kakakkan memang waktunya pulang, sudah dua bulan sejak terakhir kakak ke rumah, oh ya selamat akhirnya kamu lolos" "masih jauh kak, training 1 bulan dulu kalau hasilnya bagus, baru tanda tangan kontrak" "apapun itu kamu sudah loloskan" benar juga, aku tinggal berusaha supaya lolos tahap berikutnya dan bekerja dengan hati tenang ... meka, bayu, bagas, ayu, rita dan adel tengah menyiapkan bumbu bakaran ikan "dari mana aja sih neng, di bilang jangan telat juga" meka belum apa apa sudah protes "kak lina tadi pulang, jadi aku makan malam bareng dulu sebelum kesini" "lha.. dah kenyang dong" "bisa di bilang begitu" aku menjawab sambil tertawa "kalau udah kenyang sini, bantu kipas kipas sambil olah raga biar lemak di perutmu nggak menumpuk" dasar bocah sableng kalau ngomong nggak ada filternya, emangnya perutku segendut itu apa, batinku kesal "bay.. jangan gitu ah ngomongnya jujur amat" timpal ayu yang terkekeh "hobi ya kalian mbuli aku" "kak lina berapa lama disini din?" mulai deh si bagas "dua hari, lusa udah balik, kenapa pengen ngajak kakak kencan ya?" ketahuan banget kalau dia masih suka kak lina, sayang kakakku yang cantik itu cuma anggep bagas sebagai adek, hubungan rumit adekzone sudah berlangsung sejak lama, yang sabar ya gas. ^,^ malam ini menjadi malam yang panjang untuk berbagi cerita, meski suara tetangga sudah tak lagi terdengar, kami semua terus asik membuat kebisingan, banyak harapan yang mereka sampaikan untuk keberhasilanku kedepannya, terima kasih teman teman, perjuanganku baru di mulai.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.0K
bc

TERNODA

read
199.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
72.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook