(pov dina)
di suatu sore yang cerah di ladang ubur ubur ^.^/
kakak sedang membantu menyiapkan barang yang akan ku bawa ke kota S, atas bantuan kakak aku menemukan kos yang jaraknya tidak jauh dari Hotel hanya butuh 5 - 10 menit dengan berjalan kaki
"kak jagain adek ya, kamu kan deket sering sering tengok adeknya"
ayah memberi kak lina nasehat untuk menjagaku, dulu saat magang sekolah ada banyak kejadian yang kurang menyenangkan terjadi, karena pergaulan bebas dan jauh dari orang tua sebagian temanku ada yang sampai hamil dan akhirnya di keluarkan dari sekolah
aku beruntung karena bersama teman teman yang baik, sehingga tidak terseret arus pergaulan yang buruk
aku membawa baju dan barang lain secukupnya, karena pernah kos jadi tau apa saja yang perlu dan tidak perlu di bawa
"nanti kalau dina perlu memasak gimana lin?" tanya ibu
"disana ada dapur umum kok bu, semua alatnya udah siap tinggal gantian aja isi LPG, nanti aku juga akan sering kesana untuk memeriksa"
semua keluargaku begitu antusias, meski cuma training, aku akan melakukan yang terbaik agar mereka semua bahagia dan bangga
persiapannya sudah selesai, besok pagi tinggal berangkat naik bis
drrttt drttt
"halo iya me kenapa?"
"jadi berangkat besok?"
"iya kenapa?"
"tar abis makan kamu kerumah bayu ya, kita tunggu"
"oke"
kemarin waktu acara bakar bakaran aku memberi tahu teman teman ku bahwa aku lulus seleksi, mereka juga sangat gembira, bayu bahkan sampai memelukku, bocah yang selalu iseng dan jail itu turut senang aku dapat kerja
bayu dan bagas lanjut kuliah manajemen, ayu rencana nikah muda kalau ada yang mau, meka cari kerja tapi tidak mau di hotel, sementara si kembar rita dan adel mau lanjut bisnis keluarga yaitu jualan sayur dan toko sembako
kami semua sudah punya tujuan dan kedepannya akan saling mendukung
seharian leo menempel padaku, minta di mandiin, makan di suapin, main di temenin, tau kali ya ni bocah kakaknya mau kerja jauh dari rumah
"leo yang pinter ya, nanti kalau kakak dah gajian pasti kakak beliin mainan"
"au hesawat yang isa telbang kak"
"wooww.. pesawat ya, siap pasti kakak beliin oke"
...
rumah bayu
"bay.. pada kemana, katanya aku disuruh kesini?" aku hanya melihat bayu yang asik main game di ponselnya
"kamu cari siapa? aku kok yang suruh kamu kesini" jawab bayu tak melepas pandangan dari ponselnya
"lha tadi meka yang bilang" lebih dari 10 menit aku duduk di samping bayu seperti nyamuk, "ya udah aku pulang aja bay"
"bentar.. udah mau kelar ni, tunggu" ni bocah apa sih maunya
dan benar saja bayu menyimpan posel di sakunya, lalu memberiku sebuah bungkusan
"ini apa bay?" tanyaku heran, tidak ada hari spesial tapi dapat kado
"buka dulu dong baru komentar"
aku membuka kotak kecil berwarna pink dengan pita ungu dan isi dalam kotak itu sebuah kalung emas putih lengkap dengan liontin berbentuk hati
"apa maksudnya bay?"
"hadiah dari aku dan teman teman, yah paling banyak aku sih, suka nggak?" aku tidak mengerti kenapa mereka memberi barang semahal ini
"ya makanya? kenapa memberiku barang semahal ini? maksudnya gimana?"
"kamu tau kan kalau aku suka sama kamu, aku sedih aja kamu kerja dan harus tinggal jauh dari sini, makanya aku mau kamu pakai kalung ini dan ingat sama aku terus" bukan lagi rahasia bayu memang selalu menunjukkan rasa sukanya meski dengan cara yang lucu atau dengan ejekan, karena itu akupun nggak pernah risih dengan perhatian bayu yang cenderung acak acakan
"lebay, kalau itu sih kita bisa telfonan tiap hari nggak perlu sampai kasih beginian"
"aku lagi ngelamar kamu dodol, aku nggak butuh jawaban cepet kok kapan pun kamu bisa jawab lamaranku, aku nggak ngajak pacaran karena kamu nggak bakal mau pacaran, jadi... pikirkan baik baik baru di jawab oke"
"bay... aku penasaran ya, kamu kok bisa sih suka sama aku? maksud aku, di sekitar kamu kan banyak cewek pinter, seksi, apalagi kamu sering banget nerima pengakuan cinta"
"simple aja, karena kamu cewek dan kebetulan aku suka cewek, itu aja"
"kan cewek banyak bay, apa lagi yang cantik?"
"aku bilang karena kamu cewek, kalau kamu cowok aku nggak akan suka kok"
"haduh... ambigu banget sih jawabnya"
"intinya karena itu kamu makanya aku suka, nggak ada yang lain, udah jangan bawel, sini aku pakein"
"tapikan aku belum jawab?"
"pakai aja dulu, oh ya kalau kamu nggak suka modelnya bilang, masih bisa di tuker"
"nggak usah, aku suka modelnya kok, tapi bay.. aku nggak tau lho kapan bisa jawab, tapi kalau sekarang aku udah punya jawaban" bayu menjitak kepalaku
"pikirin dulu, enak aja main tolak, butuh keberanian tau buat nyatain perasaan gini, hargai dong, mau setaun dua taun atau lima taun aku tunggu, lebih bagus kalau aku udah lulus trus dapet kerja, tinggal ijab qobul aja kan"
"iya iya, tapi jangan terlalu berharap ya bay, jujur meski aku sering kagum, tertarik sama a,b,c tapi aku nggak ada niat buat pacaran"
"iya.. yang penting itu niatnya"
aku membiarkan bayu mengaitkan kalungnya, ada rasa geli yang menggelitik saat merasakan hembusan nafas bayu di tengkuk leherku, tanpa sadar ada debaran aneh
deg deg deg deg deg
aku sempat memejamkan mata untuk menenangkan perasaanku yang tiba tiba di luar kendaliku, bagaimana mungkin bocah bar bar ini bisa membuat pikiranku tak karuan begini dalam waktu singkat
"neng.. neng, ngapa sih? sakit?"
sialan! umpatku dalam hati
"apa sih? berisik?" ucapku kesal
"ye... situ jatuh cinta kaaannn... bayu gituloh"
"enak aja, kamu lupa dulu kita sering mandi bareng? masa iya aku terpesona sama kemoceng sih? ada ada aja"
"kampret, jadi cewek anggun dikit ngapa? baru juga di romantisin nggak ada bagus bagusnya kamu?"
"iya iya.. makasih, aku kabari kalau udah ada jawabannya ya"
Deg
baru aja kita bercanda dan wajah bayu jadi serius, ya Alloh, kok aku baru sadar kalau bayu itu ganteng banget? padahal cuma pakai celana kolor kaos oblong, ngelamar anak orang gitu amat ya?
"iya aku tunggu, makanya pikirin baik baik ya, jangan asal, aku serius suka sama kamu, dan asal kamu tau, sebelum dapat jawaban kamu aku nggak akan deket sama cewek manapun, ngerti"
tangannya membelai rambutku lembut, aku hanya mengangguk, tidak tau mau ngomong apa, yang pasti ini lamaran sederhana tapi berkesan banget
...
perjalanan menuju kota S dimulai, kami berangkat dari rumah sekitar jam 09.30 wib. semoga hal baik selalu menyertai jalanku, amiiin
"semoga ini menjadi awal yang baik ya dek" kak lina membuyarkan lamunanku
"semoga kak" aku tersenyum penuh harap
tiga jam kemudian kami sampai, dari terminal bis naik taxi online menuju kos kak lina, setelah meletakkan barang barang kami melanjutkan perjalanan ke kos yang akan ku tinggali menggunakan sepeda motor, butuh sekitar 20 menit. sesampai disana kakak menemui pemilik kos, setelah berbincang sebentar bu retno memberikan kunci dan menunjukkan letak kamarnya
kami naik ke lantai 2, kamarnya cukup besar, tidak sekecil yang dulu ku tempati waktu PKL, kamar mandi didalam dan jendelanya besar
"gimana dek? lumayankan?" aku mengangguk setuju, setelah merapikan barang barang kami turun untuk menemui bu retno lagi
"semoga betah ya dina tinggal disini, kerjanya juga moga lancar" bu retno ini type yang ramah, "disini tidak ada jam malam tapi kalau ada tamu nggak boleh di dalam kamar ya, di ruang tamu aja, terus di lantai atas itu kamar cewek lantai bawah cowok, disini semua baik baik kalau ada yang bermasalah kamu bilang ya nanti ibu yang urus, disini kita semua seperti keluarga jadi saling menjaga"
senang mendengar penjelasan beliau, meski belum bertemu penghuni yang lain seperti yang di bilang bu retno, semoga aku betah tinggal disini
"terima kasih bu atas penjelasannya, saya titip adik saya, nanti saya juga akan sering mampir kesini"
kak lina masih bercakap cakap dengan bu retno sementara aku melihat lihat sekeliling, setelah kakak kembali ke kosnya aku masuk ke kamar, ku baringkan tubuhku di tempat tidur hampir setengah hari berlalu sejak kami meninggalkan rumah pagi tadi, rasa letih memenuhi tubuhku entah kenapa mataku rasanya lengket sekali padahal belum mandi, harusnya aku mandi lalu ganti baju dan....
zzzzz zzzzz zzzzz
petualangan baru akan segera di mulai