autor pov
pagi itu di awal dengan siatuasi yang kurang menyenangkan, sejak kedatangan rena, kediaman zein lebih teratur.
rena memang baby sitter profesional, kemampuannya mengasuh anak tidak di ragukan lagi, dia juga punya daftar sendiri dan bekerja dengan baik
bu diana selaku orang tua yang dahulu mengasuh anaknya sendiri tanpa bantuan baby sitter sangat puas dengan hasil kerja rena
namun zein yang sejak awal type cuek sekarang semakin cuek, pada dasarnya dia ramah dan perhatian (kalau sudah akrab)
dina memutuskan untuk berkemas dan langsung kembali ke kos setelah selesai belanja, gadis itu merasa tidak sanggup melihat idolanya menampakkan sifat aslinya yang bertolak belakang dengan yang dia lihat selama ini
pukul 11.00 tepat taxi online yang dipesan datang, dina pamit kepada bu diana dan pak zainal, lalu rena dan kevin, sejujurnya dina khawatir jika harus meninggalkan kevin setelah melihat sikap rena
'ini kan memang pekerjaannya, dia pasti tidak akan berani macam macam kan??'
dina meyakinkan dirinya sendiri, seperti yang di minta zein dina memberi kabar saat dia meninggalkan rumah mewah tersebut
"kenapa atu neng?"
"eh.. ya bibi..!? nggak papa bi.. aku cuma kepikiran soal kevin aja"
"udah.. nggak usah khawatir, kan ada bibi disana, lagi pula apa yang bisa di lakukan neng rena? itu kan memang pekerjaannya, kalau dia buat masalah dia sendirikan kan yang rugi"
"bibi benar juga sih"
"nggak usah terlalu dipikirkan, bibi akan menjaga den kevin dengan baik, kamu juga bisa nengok sesekalikan, seperti yang kamu bilang kemarin, bekerja di hotel adalah impianmu, jadi mumpung ada kesempatan jangan disia siakan"
"iya bi.. makasih, oh iya bi, tadi pagi pak zein kok bilang soal bekal makan siang?"
"oh.. itu.. bibi cerita ke tuan soal neng rena, terus tadi pagi tiba tiba bilang supaya nggak dibuatin bekal makan siang lagi, emang biasanya bekalnya nggak di makan ya sama tuan"
"nggak kok bi.. malah sampe bersih tempat makannya, makannya aku tadi kaget dengernya, emang bibi cerita apa aja?"
"semua.. soal neng rena yang mau ikut makan bareng, nyiapin keperluan tuan sampe mau anter bekal kalau kamu udah berhenti kerja"
setelah mendengar cerita bi lastri dina tenggelam dalam lamunannya, tak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan
sebelum berbelanja dina mampir ke tempat kos, meletakkan koper dan barang yang dia bawa dari rumah zein
dulu dina hanya membawa satu koper yang berisi pakaian, tapi saat meninggalkan rumah zein dia membawa lebih banyak lagi barang, seperti tas, baju, sepatu dan lain lain, tentu saja itu semua pemberian zein yang tanpa di sadari menumpuk banyak
setelah meletakkan barang barang, mereka pun melanjutkan perjalanan ke pusat perbelanjaan di kota S
dina membeli oleh oleh untuk kedua orang tuannya, kakak dan juga adiknya, tak lupa teman teman dekatnya juga kebagihan
"bibi juga pilih, bibi salah satu yang terpenting buat dina, kalau nggak ada bibi kayaknya dina nggak akan betah kerja disana, nggak ada yang ngasih tau juga kalau pak zein sebenernya nggak segalak kelihatannya"
wanita paruh baya itu tersenyum mendengat ucapan dina
"bibi juga sebenarnya sedih, kamu berhenti menjadi baby sitter den kevin, bibi sudah bekerja disana sejak tuan dan nyonya menikah, lalu tuan zein lahir, dan bibi juga yang membantu nyonya merawat tuan, setelah tuan dewasa lalu menikah dan memiliki momongan yang mirip sekali dengan tuan saat masih kecil, bini sangat bangga, tapi manusia memang penuh misteri ya din, siapa yang menduga jika nyonya maya memilih meninggalkan tuan dan aden?"
kenyataan pahit itu rupanya merambah semua penghuni di rumah itu termasuk dina
"iya bi, hati seseorang memang tidak ada yang tahu"
"mereka bukan satu dua bulan bersama, tapi sudah tujuh tahun pacaran hingga akhirnya menikah, yah.. begitulah misteri"
saling menghela nafas keduanya pun tertawa
"kita doakan saja bi, semoga pak zein selalu diberikan kebahagiaan, kesehatan dan rejeki yang berlimpah"
"amiiiiin, kalau gitu bibi pilih satu ya?"
"iya bibi pilih aja yang bibi suka lebih dari satu juga boleh"
sementara bi lastri memilih baju dina melihat lihat pakaian untuk pria, dia sudah membeli baju untuk ayahnya, jadi kira kira siapa lagi yang ingin dia beri?