PAMIT PULANG

696 Kata
"pagi cantik, baru bangun ya?" suhu dingin kutub utara menghilang kala sinar mentari menampakkan sinarnya, itu contoh gambaran singkat untuk pak zein dan bayu "pagi juga bayu ganteng" jiiiirrrr.. ini mulut lemes amat "besok jadi pulangkan?" "jadi.. kenapa emang?" "aku mau bikin acara bareng yang lain, udah lama kita nggak maen" "boleh aja, besok aku kabarin lagi ya, see you" "see you to baby" sikapku berlebihan nggak ya? nggak mau pacaran tapi kalau ngomong mesra? belum bisa kasih jawaban tapi nggak mau bikin kecewa? sebenarnya bayu anaknya baik, pinter, ganteng lagi, tapi.. tau ah.. kerja kerja *** pov zein rasanya males banget kalau mau bangun dan beraktivitas, biasanya jam segini aku udah di kamar kevin main bareng, tapi sekarang...?? apa yang harus aku lakuin supaya dina tetap kerja disini, aku nggak mau dia kerja di hotel, tapi janji tetaplah janji, meski enggan aku harus bangun dan bersiap tok tok.. "pak.. sudah bangun?" itu suaranya dina, ada apa ya? tumben pagi pagi nyapa duluan "sudah.. masuk aja" belakangan aku jarang ketemu, dia lebih fokus nyiapin keperluan kevin, satu satunya kesempatan buat ketemu, waktu dia antar makan siang ke kantor "hari ini hari terakhir saya kerja pak, saya mau bantu bapak siap siap" sejak kapan sih, aku jadi tergantung sama kehadiran dia, dan kenapa pula dia harus anak di bawah umur "boleh silahkan" keluar dari kamar mandi baju kerja sudah di tata rapi, tas juga sudah siap, apa dulu maya juga ngelakuin hal yang sama ya?? entah sejak kapan ingatan tentang maya sudah memudar hampir tak tersisa hanya kevin yang menjadi harapan dan mimpiku "sayang.. ayo sarapan kalau kamu udah siap" pagi pagi mama sudah datang mungkin karena hari ini hari terakhir dina kerja, senang melihat gadis itu duduk di meja makan seperti biasa "rena.. tolong kamu ajak kevin jalan jalan ya" dan senang karena mama yang membereskan masalah satu itu "bi.. mulai sekarang nggak usah siapin bekal makan siang ya, saya sering makan siang di luar soalnya" "baik.. siap tuan" sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, tunggu!! kenapa aku sampai harus melakukan semua ini? buat apa? *** suasana hangat menyelimuti ruang makan, mereka makan sambil berbincang bincang "om dengar ini hari terakhir dina kerja disini ya? kamu mau kerja di hotel?" "iya om.. mulai awal bulan depan, besok pagi saya mau pulang ke rumah orang tua saya dulu" "om doain semoga semua urusan kamu lancar ya, dan bisa bekerja dengan baik, nah.. ini cuma saran ya, kalau semisal dina nggak betah kerja di hotel kapan pun kamu akan selalu di terima disini, kamu ngertikan?" itu suatu kehormatan, untuk orang asing bisa di terima dan diperlakukan dengan baik terutama untukku "terima kasih om, tante dan pak zein atas kebaikannya, saya sangat senang bisa bekerja disini" "jangan sungkan sayang, kamu selalu di terima disini, bantuanmu selama ini sangat berarti bagi kami, terima kasih saja rasanya tidak akan cukup" dina menerima amplop coklat, tentu saja wajahnya penuh tanya, sepertinya dia sendiri tidak sadar kalau selama ini belum menerima uang gaji "itu bukan uang, gajimu sudah di transfer ke rekeningmu sejak bulan pertama" jelas dan tegas, gaya zein sekali, tidak mengejutkan memang "itu voucher belanja, belilah oleh oleh untuk keluargamu, tante tidak tau apa yang mereka sukai jadi kamu saja yang pilih, itu bisa di pakai tanpa syarat dan ketentuan, gunakan sepuasmu" "sebenarnya tante tidak perlu melakukan semua ini, tapi terima kasih banyak, akan saya pergunakan dengan baik, apa saya bisa membawa bibi ikut belanja hari ini?" "tentu sayang, tante akan menginap disini jadi tidak usah khawatir soal kevin" pasti senang sekali memiliki keluarga kaya dan baik seperti mereka, semoga bu maya bisa merasakan hal yang sama dan kembali ke rumah ini, kevin akan sangat senang bila ibunya kembali batin dina sungguh sungguh saat rena kembali sarapan sudah selesai "ren.. kamu beberes ya, biar kevin main sama saya" "baik bu" dina mengantar zein menuju mobil dan membawakan tas kerjanya "nanti kalau kamu udah berangkat hubungin saya ya" "baik pak, hati hati di jalan, selamat bekerja" setelah keberangkatan zein dina mendapat tatapan dingin dari rena, dan sikap yang sangat tidak bersahabat di tunjukkan terang terangan, dina sampai melongo, bi lastri yang juga melihat langsung sikap rena hanya bisa menggeleng heran astagah (-_-)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN