Halaman 28

1083 Kata

Dinda dan Laily keluar dari mobil setelah memarkirkan mobilnya dihalaman kantor. Dinda terkejut karna ada mobil ambulan. "Ly, siapa yang mati? Banyak amat mobil ambulannya." Plak Laily menampar mulut Dinda. Kalo punya mulut nggak bisa direm. "Bukan mati Dinda! Bisa nggak bicara yang baik! Nanti otak polos Laily ternodai!" "Cih, polos!" cibir Dinda. Dinda dan Laily pun masuk kedalam kantor. Didalam kantor begitu ramai sekali. Ada yang berbaring di brankar kecil. Ini semuanya apa. Dinda dan Laily tak pernah melihat sebelumnya. Mereka berdua semakin dibuat bingung. "Qina!" panggil Laily seraya melambaikan tangannya. Qina pun mendekat ke Laily. "Hm. Apa?" "Ini ada apa sih? Kenapa ada ambulan dan banyak dokter suster sini?" "Oh, setiap tahun perusahaan ini akan mengambil darah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN