Sebuah kenyamanan

1209 Kata

"Gus," Panggilan lembut dan lirih dari Aqeela berhasil mengalihkan atensi Abi, yang semula fokus pada buku di tangannya. Abi menatap Aqeela, "kenapa, Humaira?" Tanyanya. Aqeela yang berdiri di tepi ranjang menatap ragu suaminya yang sedang duduk di sofa kamar mereka, kamar Abi tepatnya. Melihat itu Abi mengangkat alisnya, sedetik kemudian dia menggeser tubuhnya dan menepuk sofa di sampingnya, menyuruh Aqeela datang dan duduk bersamanya. Tanpa mengucap apapun Aqeela menghampiri Abi, duduk di sampingnya dan diam. Abi di sampingnya menatapnya lekat, seakan siap untuk mendengarkan apapun yang akan Aqeela katakan. "Kenapa?" Tanyanya lagi. Aqeela menggeleng pelan. Ia ingin mengatakan sesuatu namun ragu, alhasil lidahnya terasa sangat kelu. Dia hanya menatap suaminya kemudian menunduk dan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN