Dilep Meresahkan

1330 Kata

Aqeela meringis dalam tidurnya, bukan karena sebuah mimpi buruk. Tapi karena nyeri di perutnya mulai beraksi, rutinitas setiap bulan yang sangat menyakitkan. Keringat dingin mulai mengucur di tubuhnya, bahkan baju yang di pakainya mulai basah. Padahal AC jelas-jelas menyala. Membuka matanya, Aqeela benar-benar sudah tidak tahan. Dia ingin menangis seperti kebiasaannya, menangis diam-diam di dalam kamar karena malu dan takut dikatakan lebay. Dia melipat kedua lututnya dan memeluknya erat, melirik ke arah Abi yang terlihat tidur nyenyak. Malam ini merupakan malam pengantin untuk mereka, namun tentu saja tidak terjadi apa-apa. Bahkan saat hendak tidur tadi, mereka tidak berbicara apapun. Hanya ucapan selamat malam biasa. Rasa nyeri di perutnya semakin menjadi-jadi, Aqeela mengepalkan tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN