bc

VERSUS: Detective King vs Pretty Devil

book_age16+
22
IKUTI
1K
BACA
revenge
dark
heavy
serious
mystery
straight
bold
ambitious
evil
realistic earth
like
intro-logo
Uraian

Balas dendam adalah satu-satunya jalan bagi Nakayama Anzu untuk merengkuh keadilan di kota raksasa yang berkedok penuh gemerlap dan gula-gula bernama Tokyo. Berdasarkan rekaman CCTV, Anzu berpotensi menjadi tersangka Insiden Malam Merah―kebakaran dahsyat gedung-gedung di Shibuya Crossing tiga tahun lalu yang menewaskan 500 orang tak bersalah.

Bersama seorang peretas Anzu membuat persona Pretty Devil untuk menggasak belasan rumah mewah dan meninggalkan bukti palsu yang mengarah pada seorang baj!ngan dari tiga tahun lalu.

Aksi mereka menarik perhatian Kingu Hanae alias Detektif King, seorang detektif yang bertekad menangkap pelaku kebakaran demi mendatangkan keadilan bagi para korban, yang sayangnya, dia sendiri tak tahu jika pelaku di baliknya adalah orang yang amat dia kenal; Nakayama Anzu.

Segalanya menjadi bengkok, ketika perlahan rahasia tiga tahun lalu yang menyebabkan pembalasan dendam Anzu terkuak. Di tengah borok keadilan, Nakayama Anzu akan melakukan semua hal gila untuk melunaskan dendam. Semua ini dilakukannya demi melindungi satu nyawa berharga.

Benarkah?

chap-preview
Pratinjau gratis
00. PROLOG
Lantai beton berlumut dan tampak dingin itu berlumuran darah, meninggalkan bercak merah di sana-sini dengan bentuk bundar yang serampangan. Genangan merah yang sudah agak mengental itu tampak seperti sirop buah delima yang tumpah karena botolnya pecah. Tidak enak dipandang. Sirop amis itu terganggu kedataran permukaannya, kala tetes-tetes merah lain jatuh ke atasnya dan menyatu, lalu membentuk kerutan-kerutan gelombang air, kemudian menjadi lingkaran-lingkaran ombak kecil yang bergerak. Gadis yang tampak pucat dengan keringat yang membaluri seluruh tubuhnya itu berlutut, menyangga tubuh buncitnya pada dinding dengan satu tangan, sedang tangan lainnya memegangi pangkal rasa sakit. Erangan saling bersusulan dia keluarkan, kemudian naik tingkat menjadi teriakan-teriakan tertahan saat perihnya bertambah, dan tak kurang pula derai air mata yang membasahi kedua pipinya. Sesuatu bergerak keluar dari dalam tubuhnya, menciptakan sensasi sakit luar biasa yang tak semestinya dia lantangkan. Namun gerakan itu terasa makin hebat dan merobek tubuhnya. Si gadis yang tak bisa menahan rasa sakit pun akhirnya berteriak, meraung, dan menggeram seperti induk harimau yang terluka. Tak ingin membuat keributan lebih lanjut, dia membuka jaket tebal yang membungkus tubuh buncitnya, kemudian si gadis mengelap seluruh keringat pada wajah, lalu menggigit segumpalan jaket yang bisa muat masuk ke dalam rongga mulutnya, meredam kegaduhan suara rintihan dan rauangan yang keluar, untuk bersiap menyambut sesuatu. Ah, itu apa lagi kalau bukan rasa sakit yang luar biasa yang akan segera datang sebentar lagi? Demi memudahkan segala, si gadis bersusah payah mengubah posisinya menjadi rebah, membiarkan bulatan sirop merah amis yang melumuri lantai beton itu pecah dan membaluri kaki, punggung, serta tangannya. Begitu tubuhnya mencium lantai, dia bergerak kesetanan ke segala arah. Kuku-kuku jemarinya mengais lantai, hingga potongan-potongan semen beton terkelupas dan meninggalkan bekas darah pada ujung jemarinya. Buku-buku jari kakinya melipat-lipat menahan rasa sakit dan perasaan membuncah yang menyeruak keluar. Tulang punggungnya juga menekuk naik, membawa torso dan seluruh tubuhnya melayang sesaat sebelum menggelepar macam ikan yang tertangkap jala nelayan. Seluruh permukaan tubuhnya terasa terbakar, perih, sakit, dan nyeri tak tertahankan. Si gadis meraung lagi, jaket tebal yang digunakannya untuk menyumpal mulut pun sampai terlepas karena terlalu banyak bergerak dan menggeliat ke permukaan macam cacing kekurangan oksigen di tanah. Si gadis sudah tak berpikir lagi untuk kembali menggigit ujung jaket untuk meredam teriakannya. Dia terlalu teralihkan oleh buncahan yang luar biasa sakit dan terasa merobek ujung-ujung tubuhnya. Hanya ada satu yang terlintas: menyudahi neraka yang dirasakannya. Setelah rasa sakit yang tak masuk akal dirasanya, lolongan panjang akhirnya mengudara, mengisi ruangan besar tanpa satu pun jendela, pintu, maupun cahaya matahari di sana. Hanya ada debu, rasa pengap, bau semen pada beton yang lembab, dan hawa dingin yang menusuk kulit. Napas si gadis tersengal, dadanya naik dan turun cepat sekali mencari udara untuk dimasukkan ke dalam paru-parunya. Seluruh syaraf tubuhnya mati rasa, lemas, dan tubuhnya tak ada tenaga lebih untuk bergerak sedikit pun. Tetapi bukan berarti rasa sakit itu habis, walau gendalanya sudah tiada. Rasanya seperti akan pingsan kapan saja, karena terlalu lelah sekaligus masih merasakan nyeri pada seluruh ujung tubuhnya. Meski begitu, kedua matanya menyorot tajam pada lampu gantung berwatt kecil berwarna kuning di langit-langit, yang lalu saling beradu tatap dan meninggalkan rasa pedih pada matanya. Dengan sisa tenaga yang tak seberapa, dia mengutuk seorang bajiingan yang mencelupkannya ke dalam omong kosong bernama cinta. Ditemani tangisan riuh yang menyesakkan telinga, gadis bernama Nakayama Anzu itu bersumpah, bahwa dirinya akan menyeret si bajiingan ke dalam balas dendam yang berbungkus neraka. Jika mata dibalas mata, nyawa dibalas nyawa, maka cinta… harus dibalas neraka!

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
40.9K
bc

TERNODA

read
198.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
640.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook