"Sudah selesai dengan pesanan Anda?" Sebuah suara tiba-tiba mendarat di sebelahnya. "Oh, maaf, aku—" Nakayama Anzu menoleh, berhenti bersuara seketika melihat seorang wanita dengan jumpsuit satin hitam yang di kedua bahunya tersampir jas putih seadanya. Matanya terhalang kacamata hitam, tetapi Nakayama Anzu dapat mencecap aura kuat dari kehadirannya. Itu semua membuat Nakayama Anzu sedikit terlompat dan menyingkir dari antrean kasir, merasa terintimidasi, tapi dia lebih banyak merasa takjub. "Wah, menawan banget," gumam Nakayama Anzu tanpa sadar, memunculkan satu kerutan pada dahi si wanita berkacamata hitam itu. "E-eh, maksudku— aku tidak—" "Anu, Nona." Suara si kasir yang kembali datang menolong Nakayama Anzu keluar dari situasi tersebut. "Y-ya?" sahutnya salah tingkah. "Silakan

