"Oh, kau sedang menggodaku?" tanya Nakayama Anzu tiba-tiba. "Kupikir kau salah satu pegawai kafe." Kedua bahu Nakayama Anzu bergedik naik. "Habis, bajumu terlalu formal. Kenapa gak sekalian wawancara ke perusahaan saja?" "HAHAHA!" "No-Noboru! Berhenti tertawa!" "Sudah kubilang, jangan pakai baju itu untuk manggung! Kau ini segugup apa, sih?! Hahaha!" "Arrrgh, diamlah!" Nakayama Anzu melihat wajah Michio memerah. Kemudian, mereka berdua, Michio dan temannya, saling sahut-menyahut, meledek, dan mengomeli. Keberadaan Nakayama Anzu seolah transparan, tapi mendengar kedua lelaki itu saling berisik, Nakayama Anzu teringat pertengkaran-pertengkarannya dengan Ryu. Mereka sama saja, dan Nakayama Anzu pikir, dia tak berhak memberi penilaian buruk. Saudara saja sering bercanda dan bertengkar, a

