Makan malam mereka ditemani melodi musik santai dari speaker resto. Glen terlihat menikmati makanannya, sejak tadi dia tidak mengeluarkan suara. Nandira menggerakkan bola matanya untuk menatapi sekitar resto, dia seperti sedang mengingat sesuatu. Gadis itu tidak lupa jika dahulu Glen pernah mengajaknya makan di tempat ini. Ketika itu, Nandira tidak bisa makan menggunakan sumpit, dan Glen meminta sebuah garpu pada pelayan resto untuk diberikan pada sahabatnya. Yah, mereka dulu sangat dekat, dekat sekali, sangking dekatnya sampai mereka tidak pernah mengenal jarak. Namun, barisan waktu yang indah akhirnya membuat mereka terpisah jauh karena tujuan dan harapan yang kini membawa mereka bersatu dalam dinding rumah tangga. Nandira menarik tissu, lalu mengelap sisi bibirnya. "Glen," panggi

