Gibran sebenarnya malas untuk kembali. Ia sudah diusir. Itu tandanya ia tak boleh lagi menginjakkan kaki di sana. Tapi dia malah diundang lagi untuk datang ke sana. Bayangkan saja seberapa murkanya seorang anak manusia yang diperlakukan seperti itu. "Makanya kalian tuh ubah sikap dong. Jangan nyari perkara mulu. Jadinya kan malah bikin kesel, terutama Kak Wahyu," kata Angel ketika dalam perjalanan menuju ke aula. "Hm ... Masalahnya saya nggak mampu, Mbak," kata Gibran. "Nggak mampu gimana?" tanya Angel. "Saya nggak mampu berubah sikap dari hangat ke dingin. Apalagi kalau dinginnya ke Mbak Angelku," jawab Gibran. Ada sebuah pergerakan refleks yang nampak muncul dari bibir Angel. Itu adalah senyuman. Sayangnya cuma sekilas, sebelum anda akhirnya kembali ke dalam mode biasanya. Mendapat

