"Kamu lagi," kata Angel. "Memang sih, jodoh pasti bertemu," kata Gibran. Parahnya ketika ia berbicara seperti itu, ia tak melihat keadaan terlebih dahulu. Di sampingnya, sepasang mata seorang perempuan tengah menatapnya. Mata yang indah dan nampak berbinar-binar. Sepasang mata yang pemiliknya pernah Gibran dekati pada hari kemarin. Ya, dialah Keysa. "Apaan, sih," kata Angel malu-malu. Gibran tertawa kecil. "Parah lo. Si Keysa mau lo ke manain?" tanya Ridho dengan berbisik. "Buat cadangan aja," jawab Gibran. Kalau ada orang yang patut disalahkan atas berubahnya sikap Gibran dari orang yang tidak atau belum mau mengenal cinta menjadi sang raja cinta, maka orang-orang itu adalah Iqbal dan Indra. Andai bukan karena tantangan dengan mereka pada hari itu, mungkin Gibran masih menjadi manus

