"Hahaha. Ada-ada aja lo. Gue kan bisa terbang. Kalaupun gue terjatuh, gue bisa gunain kemampuan terbang gue untuk naik lagi. Gak perlu pakai bantuan awan," ucap Gibran. "Hadeh! Capek deh ngomong sama bocah. Dah ah, pulang! Keburu hujan entar," ucap Ridho. Mereka adalah yang terakhir. Tak ada murid lain selain mereka berdua yang masih berada di dalam aula sana. Semuanya sudah turun dan bersiap untuk pulang. Rakusnya sang kegelapan membuat orang-orang segera ingin sampai ke tempat teraman yang pernah ada, yaitu rumah mereka. Sementara mereka berjalan menuruni tangga, di luar semakin gelap. Ini bukan malam, tapi ini adalah siang yang kekuatan cahayanya terkalahkan oleh kegelapan. Tinggal menunggu sebentar lagi langit akan menangis. Bagai semut yang ingin melarikan diri dari banjir yang b

