Berkelana lah ia di alam mimpi. Sampai tiba masanya sang pagi datang dengan membawa udara dingin yang berhasil membangunkan manusia tampan itu. Gibran terbangun, dan ini adalah hari di mana ia harus menjalani kegiatan masa orientasi siswa di hari terakhir. Menyebalkan memang, tapi mau tidak mau harus ia jalankan. Di sekolahan, seluruh siswa baru, termasuk juga dirinya dikumpulkan di lapangan dengan berbaris menurut kelompok masing-masing. Gibran telah ditunjuk sebagai ketua kelompok. Ya, manusia tidak jelas sepertinya malah ditunjuk sebagai ketua kelompok. Tak terbayang sudah tentang bagaimana nanti kehancuran kelompoknya. "Baiklah. Sebentar lagi, tim kita akan berangkat. Dan sebagai ketua, gue mau menyampaikan beberapa hal yang harus kalian patuhi. Yang pertama, kalian harus menuruti se

