“Tapi enak lah, kita ditraktir lagi,” kata Asa sambil cengengesan. “Jadi semua ayam geprek?” tanya Fandi memastikan. “Iyaaa, sama semua aja!” jawab mereka serentak. Fandi langsung memesan. Setelah selesai, ia menoleh dan menggeser Rora yang ngotot berdiri dekat Epi. “Awas, awas…” Fandi mendorong rora pelan lalu menarik Epi mendekat. “Sini, sayang.” “Aduuuh ya ampun! Nggak bakal aku bawa kabur calon istri kakak ini, woy!” protes Rora sambil manyun. Yang lain pecah tertawa. Rora mendelik ke arah Fandi yang nempel banget ke Epi. “Heh! Kayak lem cap super. Gruduk nempel aja kerjaanmu.” Kei menimpali, “Rora, selesai ngupas buah itu, habis juga kau makan. Kupas sambil ngemil, gimana ceritanya?” “Hahahaha cobain nih, manis atau kecut?” Rora menyodorkan potongan buah. “Lah, kau sudah cob

