Ketegangan

2051 Kata

Ruangan itu dingin—dingin yang menusuk sampai ke tulang, seperti freezer industri yang lupa dimatikan sejak bertahun-tahun lalu. Lampu putih di langit-langit memantul pada permukaan logam, membuat semuanya tampak terlalu bersih… dan terlalu menyeramkan. Mereka berhenti beberapa langkah setelah pintu tertutup otomatis di belakang. Tak ada yang berani mengeluarkan suara. Di tengah ruangan berdiri sebuah meja stainless steel besar. Permukaannya masih basah oleh bercak merah kecokelatan yang mengering setengah, seperti darah yang tidak sempat dibersihkan dengan benar. Bau besi samar bercampur dengan aroma dingin ruangan, membuat perut serasa mengerut. Ruka menutup hidung. “Astaga…” Di sisi kanan, puluhan rak besi berdiri berjejal. Di dalamnya kotak-kotak transparan tersusun rapi, masing-m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN