Pengintaian di mulai

1957 Kata

Sambil terus mengelus pipi gadis itu, Fandi tersenyum lembut. Sentuhannya penuh sayang, seolah ingin memastikan bahwa Epi benar-benar ada di hadapannya, aman dan sadar. Waktu merangkak pelan hingga malam tiba. ⸻ Masih di kamar Epi… “Bagaimana perasaan kamu sekarang, sayang?” tanya Fandi pelan, jemarinya tetap membelai pipi Epi dengan penuh kelembutan. “Sudah sedikit berkurang… tapi aku lelah terus tiduran,” keluh Epi pelan. “Kalau begitu, ayo duduk dulu.” Fandi membantu gadis itu duduk dengan hati-hati. “Aku mau ke balkon…” pinta Epi lirih. Fandi segera menggeleng lembut. “Di sini saja, sayang. Angin di luar kencang sekali, sepertinya mau hujan. Di kamar saja, ya? Gimana kalau kita nonton cerita horor—kayak biasa?” Fandi sengaja mengalihkan, sebab dari balkon kamar Epi langsung ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN