“Sebaiknya kalian bersihkan diri dan istirahat. Kalian tampak berantakan sekali dan sangat lelah. Besok saja diskusinya,” kata Nathan lembut namun tegas. “Itu benar. Istirahat dulu. Memikirkan langkah selanjutnya dengan kepala dingin jauh lebih baik,” tambah Matthew, disetujui dengan anggukan Zayn. “Baiklah… kami masuk dulu, ya,” ucap Rora. Ia berdiri, tubuhnya masih letih, lalu berjalan masuk. Ruka, Rami, dan Asa menyusul di belakangnya. Tak lama, Arvino bangkit, menepuk bahu Matthew, Zayn, dan Nathan sebelum masuk. Jose dan Kei mengikuti. Kini hanya Zayn, Matthew, dan Nathan yang tersisa di saung markas. “Dunia ini semakin gila, ya…” gumam Zayn tiba-tiba. “Bukan dunianya yang gila, tapi penghuninya,” jawab Nathan lirih. “Aku bahkan tak habis pikir mereka bisa memikirkan ide segila i

