Tolong…tolong

1260 Kata

Fandi dan Epi sama-sama menoleh ke bawah ketika suara kaca pecah terdengar dari lantai restoran. Salah satu panel kaca besar retak parah, serbuk pecahannya berjatuhan. Tidak ada yang terlihat melempar, tidak ada orang yang tampak mencurigakan. Para pengunjung hanya berteriak histeris dan menjauh dari arah jendela, sebagian berlari keluar. “Sudah, biarkan saja. Ayo makan…” ucap Fandi santai, seolah insiden itu hanya gangguan kecil. Ia kembali menyuapi Epi beberapa sendok, barulah setelah gadis itu selesai, Fandi makan makanannya sendiri. Epi hanya meminum jusnya sambil melirik kaca retak itu berulang kali. Setelah cukup lama menunggu Fandi selesai makan, keduanya beranjak, membayar, dan keluar dari restoran. ⸻ Di perjalanan pulang— Breemmm! Breemmm! Breemmm! Suara konvoi motor terden

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN