“Kalau begitu, kita intai Mega saja dulu,” ujar Rami sambil melipat tangan. “Mereka pasti bertemu. Mustahil tidak.” “Benar,” sahut Asa cepat. “Awasi Mega lebih dulu. Mereka pasti terhubung… dan bukan tidak mungkin Mega sendiri yang mendatangi Elara.” Rora mengangguk mantap. “Baik. Pengintaian dimulai subuh, sekitar jam lima. Kita keluar saat langit belum terang supaya tidak mencolok. Jaga jarak. Jangan sampai mereka merasa diawasi.” Kei mengangkat tangan sedikit. “Bagaimana pembagian tugas? Pisah atau bareng?” “Kita bareng,” jawab Jose mantap. “Kalau mereka berpisah, baru kita pecah tim dan ikuti masing-masing. Aku yakin Mega dan Elara tidak tinggal di tempat yang sama.” Arvino menutup laptop, berdiri. “Sekarang jam dua. Masih ada dua jam sebelum kita gerak. Istirahat dulu. Kita butuh

