Balasan dirgantara

2289 Kata

Arbil langsung menerjang Kei tanpa aba-aba. Kei menggeser kakinya ke samping—sigap, ringan, nyaris seperti bayangan. Setiap serangan Arbil ditangkisnya dengan mudah. Arbil mulai frustasi. Kei membalas. Drap! Drap! Syuuuh!—Wush! TRANG! TRANG! Bunyi logam beradu memantul di udara pagi yang dingin. Tring! TRANG! TRANG! BUGH! BUGH! BRUG! “Arrrghh…!” Arbil terpental, mengerang menahan sakit. Namun Kei tidak berhenti. WUSH!—TRANG! WUSH! TRANG! TRANG! Arbil terhuyung, menahan tebasan katana Kei dengan sisa tenaga. SREET—!! “Arrrghhhh!!” Arbil kembali menjerit ketika lengan bajunya robek dan kulitnya tergores dalam. Katana Kei berputar, berkilau memantulkan cahaya pagi. Ia menyerang lagi, tanpa memberi jeda. Syuuuh!! WUSH—TRANG! WUSH—TRANG! TRANG! BUGH! BUGH! Dua hantaman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN