Kebencian

1918 Kata

"Hiks.....hiks....hiks......" Tangis Anindya. "Mengapa ? Mengapa semua ini bisa terjadi? Aku tahu apa yang aku lakukan itu salah, tapi aku sangat mencintai Ryan , kami sudah bersama cukup lama dan berjanji akan menikah." Anindya menangis dengan keras. Selama Anindya bersedih ternyata dia mendengar beberapa orang yaitu para pekerja dirumah dirumah itu sedang berbicara tentang dirinya di depan kamar nya. "Aku benar-benar tak menyangka jika nona Anindya bisa seperti itu, Apa dia tidak cukup satu batang saja ?" Ucap salah satu pekerja. "Hahaha namanya juga perempuan jalang , kenapa dia tidak sekalian jadi gundik saja sih ? Padahal awalnya aku masih berpikir dia hanya menjebak tuan Darren karena harta tapi sekarang dia juga menjebak tuan Ryan." Ucap pekerja lainnya. "Dia itu p*****r bukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN